image image image image
Grand Opening GBKP Runggun Cikarang GBKP Cikarang yang telah disyahkan menjadi Jemaat/Runggun pada sidang GBKP klasis Jakarta-Bandung tanggal 10-12 Oktober 2014 di Hotel Rudian-Puncak,
PEMBINAAN BP RUNGGUN – RAMAH TAMAH TAHUN BARU – PENCANANGAN TAHUN PENINGKATAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA JEMAAT Pada tanggal 10 Januari 2015 di GBKP Runggun Bekasi telah di laksanakan kegiatan Pembinaan BP Runggun di Klasis Jakarta-Bandung. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wib diawali kebaktian pembukaan oleh Pdt. Alexander Simanungkalit,
WISATA LANSIA GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG KE BANGKOK-PATTAYA Wisata Lansia yang menjadi salah satu program Bidang Diakoni GBKP Klasis Jakarta-Bandung telah dilaksanakan tanggal 8-11 Desember 2014 ke Bangkok-Pattaya. Wisata yang diikuti 47 peserta ini di damping Kabid Diakonia, Dk. Ferdinand M. Sinuhaji dan Pdt.S.Brahmana.
PEMBUKAAN SIDANG KERJA SINODE (SKS) DAN SIDANG PROGRAM & KEUANGAN (SPK) TAHUN 2014 Pembukaan Sidang Kerja Sinode (SKS) dan Sidang Program dan Keuangan (SPK) tanggal 22-25 Oktober 2014 telah dilaksanakan pada pukul 10.00 Wib, di dahului kebaktian pembukaan yang dipimpin Pdt.Vera Ericka Br.Ginting, direktur Percetaken dan Toko Buku GBKP Abdi Karya Kabanjahe,

Suplemen PJJ tanggal 06-12 Agustus 2017, Ogen Lukas 4:16-19

Thema:
”Gereja Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Jemaat”
“Gereja Simaba Kejuah-juahen Nandangi Perpulungen”
 

Pendahuluan
Orang percaya (Gereja) hendaknya menyadari keberadaannya di tengah-tengah dunia yang terus bertumbuh dan bergerak kepada perubahan dan pergeseran nilai-nilai moral. Pertumbuhan industry, pertumbuhan politik, dll sebanding dengan kemerosotan etika dan kesehatan. Ada orang yang mengalami peningkatan hidup secara social, ekonomi dan politik dengan luar biasa tetapi ada banyak orang yang juga menjadi korban dari segala pertumbuhan tersebut. Manusia semakin egois di tengah-tengah orang-orang yang membutuhkan perhatian dan pertolongan. Untuk itulah gereja di utus Allah kedalam dunia, gereja tidak boleh egois hanya untuk dirinya sendiri saja. Gereja harus mendengar, memperhatikan dan berbuat untuk membebaskan dan memerdekakan.

Tafsiran dan Pembahasan teks
Yesus melayani di Nasaret di rumah ibadat (Synagoge) setelah Yesus dibaptis (3:21-38) dan menjalani pencobaan dari si iblis di padang gurun (4:1-13). Semenjak peristiwa itu Yesus memulai pelayananNya dan pelayanan Yesus diberitakan sebagai pelayanan yang penuh kuasa sebab Roh Tuhan ada padaNya. ROH TUHAN ADA PADAKU adalah tema penting dari seluruh pelayanan Yesus. Roh Tuhan ada padaKu berarti Yesus adalah sungguh-sungguh Anak Allah yang kepadaNya Allah berkenan- Allah memilihNya – yang diurapi Allah. Pelayanan yang berkuasa di awali dari perkenanan atau pilihann Allah dan kepada orang yang dipilih tersebut Allah member kuasa untuk menyatakan kehadiran Kerajaan Allah bagi dunia yaitu dengan menyampaikan kabar baik; membebaskan orang miskin, memberitakan-mengerjakan pembebasan kepada orang yang tertawan dan penyembuhan orang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas dan untuk menyampaikan berita tahun rahmat Tuhan sudah dating dan sedang bekerja bagi dunia.
 
Sebelum peristiwa tersebut Yesus sudah biasa di hari sabat beribadah di rumah ibadah tersebut dan dipercayakan untuk membacakan Alkitab. Di hari sabat tersebut kepada Yesus juga diberi kesempatan untuk membacakan Alkitab bagi jemaat. Firman Tuhan untuk dibacakan pada setiap hari sabat sudah di tetapkan dan pada saat itu kepada Yesus diberikan kitab nabi Yesaya 61:1-3. Apa yang dibacakan Yesus menjadi perhatian para rabi yang sekampung dengan Yesus di Nazaret itu dan sesudah pembacaan itu Yesus berkata : “Pada hari ini genaplah nast ini sewaktu kamu mendengarnya” (ay. 21). Baru ssjaperistiwaapa yang dibacakan Yesus tersebut dialami Yesus ketika Ia di urapi, tentunya orang banyak menghubungkan apa yang dibacakan Yesus dengan apa yang baru dialami Yesus dan hal penggenapan nubuatan Yesaya di dalam diri Yesus adalah hal yang mustahil bagi mereka sebab mereka mengenal Yesus sebagai anak Yusuf situkang kayu. Mereka marah, lalu menghalau Yesus keluar kota keatas sebuah tebing untuk melemparkanNya dari tebing itu. Tapi Yesus berlalu dari tengah-tengah mereka.
 
Penyertaan Roh kudus tidak berarti menggeser segala rintangan dari pelayanan yang dilakukan Yesus. Tetapi kuasa yang menyertai Yesus sangat nyata menjadikan Yesus berkuasa menyatakan kebenaran, tidak takut menghadapi penolakan bahkan rencana pembunuhan bagi diriNya. Penyertaan Roh kudus menyelamatkan Yesus lepas dari rencana pembunuhan yang dialamiNya.
 
Hal lain yang mengudang kemarahan orang banyak adalah penjelasan Firman yang disampaikan Yesus tentang pembebasan bagi orang-orang yang menderita, miskin dan sakit dll, adalah pembebasan dan perhatian Allah keluar dari orang-orang Yahudi bahkan “seakan-akan” Allah meninggalkan orang-orang Yahudi. (bd. Elia di utus kepada janda di Sarfat bukan janda orang Israel dan di zaman nabi Elisa banyak orang sakit kusta di Israel tetapi tidak satupun di tahirkan tetapi Naaman orang Siria ditahirkan –ay. 25-27). Pemahaman orang-orang Yahudi merekalah umat pilihan yang berkenan bagi Kerajaan Allah dan orang-orang kafir kelak akan menjadi kayu api bagi neraka. Karena itu mustahil bagi orang-orang Yahudi mencurahkan perhatiannya, peduli dan memberi bantuan kepada orang-orang yang bukan Yahudi. Orang-orang yang sakit menurut pemahaman Yahudi adalah orang-orang berdosa, orang yang ditolak Allah, pembawa celaka yang pantas menerimahukuman penderitaan yang berat.
 
Aplikasi dan Renungan
• Allah mengutus orang percaya (gereja) kedalam dunia dan memperlengkapinya dengan Roh Kudus, supaya gereja memiliki kuasa untuk menyatakan tanda-tanda Kerajaan Allah.

• Dipilih Allah bukan berarti di tarik dari dunia tapi seperti Yesus diutus kedalam dunia untuk menjadi garam dan terang dunia. Orang percaya tidak boleh berguna bagi dirinya sendiri. Garam tidak boleh terus menerus ada di dalam tempat garam, misalkan garam akan berarti bila dipergunakan untuk memberi rasa asin bagi makanan dan mengawetkan ikan menjadi ikan asin. Terang tidak boleh tetap di dalam kumpulan terang, ia harus masuk kedalam kegelapan untuk meneranginya.

• Tugas pengutusan orang percaya (gereja) supaya warga gereja berfungsi sebagai kawan sekerja Allah dan ikut serta (meneladani Yesus) dalam segala tindakan Allah supaya segala sesuatu dapat memperoleh “kemerdekaannya”.

• Membebaskan orang yang miskin secara jasmani dan rohani. Membebaskan orang orang yang tertawan dan tertindas oleh rupa rupa penyesatan dan penderitaan atau kesulitan hidup atau penyakit atau penyakit social atau tekanan politik dll. Menyembuhkan orang yang buta jasmani dan buta rohaninya, yang tidak melihat kemuliaan Tuhan, yang tidak mempunyai pengharapan dan melihat gelap hari depan.

• Setiap orang percaya pada disiplin ilmu yang dimilikinya, pekerjaan atau usaha yang digelutinya dan pada jabatan tertentu yang ditanggungjawabinya mereka harus menjadi utusan Allah menjadi penyembuh dan pembebas mengerjakan damai sejahtera Allah.
 
Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Runggun Cikarang
   

Suplemen PA Mamre tanggal 06-12 Agustus 2017, Ogen II Tesalonika 3:6-15

Budaya (Konsep Karo Kerna Njayo)
 

Tema:
"Pang Njayo"

Tujun: Gelah mamre:
* Nuriken erti njayo.
* Nuriken biak-biak sekalak Mamre si ikataken njayo.
* Melasken tekadna "pang njayo" secara fisik ras secara perukuren
 
Metode :
Diskusi
 

Kata Penaruh
Menurut Darwin Prinst ibas bukuna Kamus Karo-Indonesia kerna erti njayo / jayo e me: merdeka, berdiri sendiri, mandiri, bebas, memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain, misalnya pasangan yang baru berkeluarga "enggo jayo", dia sudah mandiri, dia sudah mengurus rumah tangganya sendiri. Kalak si njayo e me kalak si erjuang mbangun kegeluhenna alu kerina gegeh kengasupenna, kepentaren ras permodalen si lit ibas ia guna mbangun kegeluhenna gelah terulin ras ngasup menikmati ulihna. Tapi persolen cara nggeluh anak dilaki (perbapan) "si nai" lalap denga langa terdungi itengah tengah masyarakat karo, termasuk pe itengah tengah anggota mamre e me; nsia-siaken waktu - malas erdahin, njemak dahin si sia-sia umpamana; erjudi, ertogel, ngeranai ikede seh tengah berngi, nagih ngkawil ras sidebanna. Padahal ibasa lit gegeh, pemeteh, potensi ras modal si banci ikembangkenna gelah banci ngangkatken ekonomi ras kesejahteran keluargana. Melala denga rupa-rupa persolen si deban si nuduhken mamre selaku perbapan lanai ertanggung jawab nandangi jabuna ras gereja.

Uraian / Pembahasen Teks
Kenca perpulungen Tesalonika ngaloken berita kerna Tuhan Jesus si enggo nangkih ku surga maka labo ndekahsa reh ka me Ia mulihi ibas waktu si ndeher enda (segera), janah berita keriahen ukur enda nggeluh ibas pengarapen perpulungen seh maka lit perpulungen si meresponsa alu perbahanen ngadi erdahin, ngadi ibas kegiaten-kegiatenna si ilakokenna nimai kerehen Tuhan saja sabab menurutna lanai perlu erdahin, waktuna enggo singkat Tuhan reh me. Kegeluhen kalak si bagidi e enggo jadi beban man keluarga ras jadi beban sosial masyarakat, lanai terpenuhina kebutuhen geluhna sebab enggo man beren man.

Ibas mpersingeti perpulunge la erdahi e Rasul Paulus make bahasa Junani alu kata "ataktos" ras "ataktein" si ertina membolos. Membolos si imaksud bagi kalak si erdahin lit perjanjin kerjana si isepakati e me adi la ia masuk erdahin jadi utangna si arus igalarina. La masuk erdahin e jadi utang sebab lit pemilik irugiken. Kontrak e umpamana "Cidahkenlah perbahanenndu si mehuli man ise pe. Tuhan pedas me reh" (Filipi 4:5). Bagem keselamaten ialoken kalak sierkiniteken, nimai kerehen Tuhan si pedua kaliken maka kalak si erkiniteken e enggo lit ibas keselamaten, sabab adi janji kerehen Tuhan pedua kiliken enggo ialoken maka si ngalokenca enggo ngaloken keselamaten si akan isempurnaken (igenapken) paksa kerehen Tuhan. Nimai kerehen Tuhan si pedua kaliken e si arus ilakoken si arus idahiken "teridah" arah kegeluhen si ertutus ate, ibas semangat kerja, semangat keselamaten, erbahan perbahanen si mehuli nampati labo man sampaten. Jadi adi la erdahin e berarti enggo merugiken man janji kerehen Tuhan si pedua kaliken e, enggo merugiken man Kerajan Dibata, la erdahin e berarti la ndahiken keselamatenna, rutang me ia man Kerajan Dibata.

Guna menyadarken jemaat e Paulus make contoh dirina maka asum ia melayani i tengah-tengah perpulungen e, ia melayani Tuhan, selaku pelayan Tuhan (bagi sekalak imam ras kalak Lewi) si seharusna lit hakna ngaloken "upah" si jadi hakna e me ngaloken si enggo jadi tanggung jawab perpulungen e me nikapken pangan ras inemen bagepe kebutuhen pokok Rasul Paulus sidebanna. Tapi kerina e la ituntut Paulus, tapi erdahin ia guna memenuhi kebutuhenna. Hal rohani si ilakokenna la jadi alasen maka ia la perlu erdahin, arapken saja ibas perpulungen nari. Nggeluh arus erdahin. E maka nina "Kalak si la erdahin ula bere man". Si imaksud Paulus e me kalak si la erdahin erkite kiteken la makeken waktu si lit (kesempaten si lit), la makeken gegeh ras pemetehna, ermalas-malase. Tapi kalak si la erdahin erkite-kiteken langa dat dahin (pengangguren ibas waktu si singkat), si sakit, lanjut umurna, danak-danak kitik arus tetap iperditeken ras pantas ibere man.

Orang tua kalak Jahudi umumna kitik-kitikna nari enggo mendidik anakna alu keahlian kerja, mendidik mandiri (njayo), mendidik anak tutus erdahin ras jadi pekerja keras, sebab orangtua si la mpersiapken anak-anakna jadi pekerja keras ras terampil orang tua si bagidi e gagal jadi orangtua si ertanggung jawab. Lalai mempersiapken anak e ertina njadiken anakna jadi pinangko, penjahat, beban masyarakat. Janji kerehen Tuhan labo lit tujunna ncedai semangat kerja perpulungen, justru arusna itanggapi alu persiapen si lebih sungguh-sungguh, "Tuhan e pedas me reh" langa bo ieteh tahun, bulan, wari ras jamna, kerehen Tuhan e bagi kerehen pinangko (bd. Mat. 24:43-44) maka arusna ibas waktu penantin si kentisik e arus erjaga-jaga, meningkatkan semangat kerja.

Kalak si turus erdahin maka lanai bo lit waktuna ndahiken dahin si sia-sia, labo bagi kalak si perkisat melala waktuna ipakena ncakapken kalak (cikurak). Paulus ngingetken perpulungen maka sirangilah kalak si perkisat, si labo ndahiken ketutusenna nandangi pengajaren kata Dibata, sabab kalak si bagidi e megegeh kal mempengaruhi (ngelangketi) kalak si rajin jadi perkisat. Perbahanen malas e la banci i toleransi tapi kalak si perkisat e arus i sampati, ibere semangat ras pengajaren khususna alu mereken teladan si mehuli.

Aplikasi ras Renungan
* Mamre si perkisat si la ngasup njayo jadi sumber (penyebab) kesusahen keluarga ras masyarakat, man tangkelen jelma si enterem, la kalak tek man bana (melala cakapna bual, la seri cakapna ras perbahanenna), ras keadanna malas e erbahanca perukurenna la berkembang.

* Mamre si perkisat e erlawanen ras kebenaren kata Dibata; isia-siakenna gegehna, pemetehna, waktuna, jabuna ras kerina pasilitas si enggo ibereken Dibata man bana.

* ibas lingkungen tertentu si jumpai denga persolen Mamre si perkisat, tapi pe ibas daerah tertentu la ka nutup matanta maka lit ka Mamre lanai ka meteh wari ben, enggo mehantusa erdahin, ngayak ngayak erta, pangkat, jabaten, kehormaten, kesenangen ras sidebanna piah enggo ka kurang waktuna guna keluargana ras gereja. Ula min latih erdahin, sibuk seh keri waktuna guna erdahin tapi ulih pendahin e la ka ternikmatina. Kalak si bagidi e labo iertiken kalak si njayo sebab si njayo latih erdahin, ialokenna ulihna banci ka inanamina ulih latihna.

* Mamre perlu menyadari maka dirina e arus jadi teladan kerja, man anak-anakna, gereja ras masyarakat. Ula min Mamre sebage bapa tapi ncukupi keperlun jabuna si idatkenna arah orangtuana nari, entah warisen si ialokena saja tapi arus arah kerja kerasna, uga ia njayo.

* Mamre si njayo me si njadiken dirina ras keluargana jadi pasu-pasu.

Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Runggun Cikarang
   

Suplemen PA Mamre tanggal 06-12 Agustus 2017, Ogen II Tesalonika 3:6-15

Budaya (Konsep Karo Kerna Njayo)
 

Tema:
"Pang Njayo"

Tujun: Gelah mamre:
* Nuriken erti njayo.
* Nuriken biak-biak sekalak Mamre si ikataken njayo.
* Melasken tekadna "pang njayo" secara fisik ras secara perukuren
 
Metode :
Diskusi
 

Kata Penaruh
Menurut Darwin Prinst ibas bukuna Kamus Karo-Indonesia kerna erti njayo / jayo e me: merdeka, berdiri sendiri, mandiri, bebas, memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain, misalnya pasangan yang baru berkeluarga "enggo jayo", dia sudah mandiri, dia sudah mengurus rumah tangganya sendiri. Kalak si njayo e me kalak si erjuang mbangun kegeluhenna alu kerina gegeh kengasupenna, kepentaren ras permodalen si lit ibas ia guna mbangun kegeluhenna gelah terulin ras ngasup menikmati ulihna. Tapi persolen cara nggeluh anak dilaki (perbapan) "si nai" lalap denga langa terdungi itengah tengah masyarakat karo, termasuk pe itengah tengah anggota mamre e me; nsia-siaken waktu - malas erdahin, njemak dahin si sia-sia umpamana; erjudi, ertogel, ngeranai ikede seh tengah berngi, nagih ngkawil ras sidebanna. Padahal ibasa lit gegeh, pemeteh, potensi ras modal si banci ikembangkenna gelah banci ngangkatken ekonomi ras kesejahteran keluargana. Melala denga rupa-rupa persolen si deban si nuduhken mamre selaku perbapan lanai ertanggung jawab nandangi jabuna ras gereja.

Uraian / Pembahasen Teks
Kenca perpulungen Tesalonika ngaloken berita kerna Tuhan Jesus si enggo nangkih ku surga maka labo ndekahsa reh ka me Ia mulihi ibas waktu si ndeher enda (segera), janah berita keriahen ukur enda nggeluh ibas pengarapen perpulungen seh maka lit perpulungen si meresponsa alu perbahanen ngadi erdahin, ngadi ibas kegiaten-kegiatenna si ilakokenna nimai kerehen Tuhan saja sabab menurutna lanai perlu erdahin, waktuna enggo singkat Tuhan reh me. Kegeluhen kalak si bagidi e enggo jadi beban man keluarga ras jadi beban sosial masyarakat, lanai terpenuhina kebutuhen geluhna sebab enggo man beren man.

Ibas mpersingeti perpulunge la erdahi e Rasul Paulus make bahasa Junani alu kata "ataktos" ras "ataktein" si ertina membolos. Membolos si imaksud bagi kalak si erdahin lit perjanjin kerjana si isepakati e me adi la ia masuk erdahin jadi utangna si arus igalarina. La masuk erdahin e jadi utang sebab lit pemilik irugiken. Kontrak e umpamana "Cidahkenlah perbahanenndu si mehuli man ise pe. Tuhan pedas me reh" (Filipi 4:5). Bagem keselamaten ialoken kalak sierkiniteken, nimai kerehen Tuhan si pedua kaliken maka kalak si erkiniteken e enggo lit ibas keselamaten, sabab adi janji kerehen Tuhan pedua kiliken enggo ialoken maka si ngalokenca enggo ngaloken keselamaten si akan isempurnaken (igenapken) paksa kerehen Tuhan. Nimai kerehen Tuhan si pedua kaliken e si arus ilakoken si arus idahiken "teridah" arah kegeluhen si ertutus ate, ibas semangat kerja, semangat keselamaten, erbahan perbahanen si mehuli nampati labo man sampaten. Jadi adi la erdahin e berarti enggo merugiken man janji kerehen Tuhan si pedua kaliken e, enggo merugiken man Kerajan Dibata, la erdahin e berarti la ndahiken keselamatenna, rutang me ia man Kerajan Dibata.

Guna menyadarken jemaat e Paulus make contoh dirina maka asum ia melayani i tengah-tengah perpulungen e, ia melayani Tuhan, selaku pelayan Tuhan (bagi sekalak imam ras kalak Lewi) si seharusna lit hakna ngaloken "upah" si jadi hakna e me ngaloken si enggo jadi tanggung jawab perpulungen e me nikapken pangan ras inemen bagepe kebutuhen pokok Rasul Paulus sidebanna. Tapi kerina e la ituntut Paulus, tapi erdahin ia guna memenuhi kebutuhenna. Hal rohani si ilakokenna la jadi alasen maka ia la perlu erdahin, arapken saja ibas perpulungen nari. Nggeluh arus erdahin. E maka nina "Kalak si la erdahin ula bere man". Si imaksud Paulus e me kalak si la erdahin erkite kiteken la makeken waktu si lit (kesempaten si lit), la makeken gegeh ras pemetehna, ermalas-malase. Tapi kalak si la erdahin erkite-kiteken langa dat dahin (pengangguren ibas waktu si singkat), si sakit, lanjut umurna, danak-danak kitik arus tetap iperditeken ras pantas ibere man.

Orang tua kalak Jahudi umumna kitik-kitikna nari enggo mendidik anakna alu keahlian kerja, mendidik mandiri (njayo), mendidik anak tutus erdahin ras jadi pekerja keras, sebab orangtua si la mpersiapken anak-anakna jadi pekerja keras ras terampil orang tua si bagidi e gagal jadi orangtua si ertanggung jawab. Lalai mempersiapken anak e ertina njadiken anakna jadi pinangko, penjahat, beban masyarakat. Janji kerehen Tuhan labo lit tujunna ncedai semangat kerja perpulungen, justru arusna itanggapi alu persiapen si lebih sungguh-sungguh, "Tuhan e pedas me reh" langa bo ieteh tahun, bulan, wari ras jamna, kerehen Tuhan e bagi kerehen pinangko (bd. Mat. 24:43-44) maka arusna ibas waktu penantin si kentisik e arus erjaga-jaga, meningkatkan semangat kerja.

Kalak si turus erdahin maka lanai bo lit waktuna ndahiken dahin si sia-sia, labo bagi kalak si perkisat melala waktuna ipakena ncakapken kalak (cikurak). Paulus ngingetken perpulungen maka sirangilah kalak si perkisat, si labo ndahiken ketutusenna nandangi pengajaren kata Dibata, sabab kalak si bagidi e megegeh kal mempengaruhi (ngelangketi) kalak si rajin jadi perkisat. Perbahanen malas e la banci i toleransi tapi kalak si perkisat e arus i sampati, ibere semangat ras pengajaren khususna alu mereken teladan si mehuli.

Aplikasi ras Renungan
* Mamre si perkisat si la ngasup njayo jadi sumber (penyebab) kesusahen keluarga ras masyarakat, man tangkelen jelma si enterem, la kalak tek man bana (melala cakapna bual, la seri cakapna ras perbahanenna), ras keadanna malas e erbahanca perukurenna la berkembang.

* Mamre si perkisat e erlawanen ras kebenaren kata Dibata; isia-siakenna gegehna, pemetehna, waktuna, jabuna ras kerina pasilitas si enggo ibereken Dibata man bana.

* ibas lingkungen tertentu si jumpai denga persolen Mamre si perkisat, tapi pe ibas daerah tertentu la ka nutup matanta maka lit ka Mamre lanai ka meteh wari ben, enggo mehantusa erdahin, ngayak ngayak erta, pangkat, jabaten, kehormaten, kesenangen ras sidebanna piah enggo ka kurang waktuna guna keluargana ras gereja. Ula min latih erdahin, sibuk seh keri waktuna guna erdahin tapi ulih pendahin e la ka ternikmatina. Kalak si bagidi e labo iertiken kalak si njayo sebab si njayo latih erdahin, ialokenna ulihna banci ka inanamina ulih latihna.

* Mamre perlu menyadari maka dirina e arus jadi teladan kerja, man anak-anakna, gereja ras masyarakat. Ula min Mamre sebage bapa tapi ncukupi keperlun jabuna si idatkenna arah orangtuana nari, entah warisen si ialokena saja tapi arus arah kerja kerasna, uga ia njayo.

* Mamre si njayo me si njadiken dirina ras keluargana jadi pasu-pasu.

Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Runggun Cikarang
   

Suplemen PA Mamre tanggal 30 Juli-05 Agustus 2017, Ogen : Kejadin 1:26-27; Roma 1:26-27; I Kor 6:9,

LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Trans gender)

Ogen :
Kejadin 1:26,27; Roma 1:26, 27; 1 Korinti 6:9,10

Tema:
LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Trans gender)

Tujun: Gelah mamre:
* Ngangkai kerna LGBT sue ras prilaku pekawinen sejenis.
* Meteh sikap si payo erpalasken Pustaka Si Badia.

Metode :
Ceramah / Diskusi

Ogen:
Kejadin 1: 26 Nina Dibata, "Genduari sijadikenlah manusia sentudu ras tempasTa, si menam seri ras Kita, gelah ikuasaina kerina nurung, perik-perik, bage pe kerina asuh-asuhen ras rubia-rubia si meliar, subuk si galang ras si kitik." 27. E maka ijadiken Dibata manusia, si sentudu ras tempasNa; dilaki ras diberu ijadikenNa.

Roma 1:26. Erkiteken si e ipelepas Dibata ia nehken sura-sura si njuruken. Diberu-diberu erlagu la mehuli ia sapih-sapih ia diberu. Lagu langkah diberu-diberu e lanai bagi arusna. 27. Bage pe si dilaki nadingken hubungen si payo ras diberu, janah leket ukurna sapih-sapih dilaki. Dilaki erlagu langkah si njuruken sapih-sapih dilaki; erkiteken si e ia ndat balasen i bas dirina sue ras perbahanenna si jahat dingen la arus e.

1 Korinti 6:9. Tentu enggo ietehndu maka kalak si la adil la dat bagin i bas Kinirajan Dibata. Ola tipu banndu. Kalak si erlagu la mehuli, entah si nembah berhala, entah perlua-lua, entah erlagu la mehuli sapih-sapih dilaki, 10. Entah pinangko, entah si rangap, entah pemabuk, entah pengisak-ngisak, entah tukang kompas-sada pe la dat bagin ibas Kinirajan Dibata.

Kata Penaruh
LGBT asal katana Lesbian (wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan sesama jenisnya, wanita homoseks), Gay (laki-laki yang mencintai atau merasakan sesama jenisnya, laki-laki homoseks), Biseksual (sesekalak jelma si ibassa lit dua sifat banci ngena atena dilaki entah diberu), ras Transgender (perasan, perbahanen salah jenis kelamin; dilaki ia tapi perbahanenna bagi diberu entah sebalikna). LGBT enda melala i sekitarta, tapi pe maun-maun terbuni, si ngelakonsa beluh ia mbunikesa. Kasus LGBT enda enggo jadi persoalen si serius menggejala itengah-tengah masyarakat; lit si menentangsa, lit ka si terbuka ngalokensa (baca kata penaruh ibas bimbingen PA Mamrenta).

Uraian / Pembahasan Teks
Kejadin 1:26,27
Mpelajari turi-turin manusia itepa Dibata e me gelah sitandai banta, sitandai dirinta maka manusia e tinepa Dibata, si itepaNa ibas kesegambaren ras diriNa. Tempas manusia si itepa Dibata e seri ras tempas Dibata (gambar dan rupa Allah), labo ngusih tempas rubia-rubia. Manusia itepa Dibata lebih sempurna ras mulia asa tinepa Dibata si debanna. Erkiteken si e manusia arus njaga kemulian dirina bagi arusna ku bas tujuan Dibata, ibahan Dibata manusia e dilaki ras diberu maka kuh kecibalna guna sikeleng-kelengen, gelah banci manusia e ertuah jadi enterem (bd. Kej. 1:28). Ijadiken Dibata dilaki ras diberu, dingen ipejumpakenna gelah ersada ia dingen ertuah. Dilaki ras dilaki entah diberu ras diberu labo banci erdemu ngaloken tuan anak. Tujun Dibata maka manusia e mewarisken sinusurna man kelangsungen doni enda.

Rubia-rubia itepa Dibata labo ibereNa perukuren tapi insting (kebiasan si ialokenna turun temurun), tapi man manusia ibere Dibata perukuren gelah manusia rukur ras ngasup njaga dirina, la ngikutken sura-sura daging si meteruk si erbahansa binasa. Man Manusia ibere Dibata kuasa jadi wakil Dibata gelah ikuasaina ras iaturkrnna kerina nurung, prik-perik.... Tentuna pe alu kuasa si mbelin si ialoken manusia e bias gegeh manusia guna ngkuasai dirina ras sura-surana.

Roma 1:26,27
Perbahanen si njuruken adi la mis ipehuli ulihna perbahanen si njuruken si terbelinen. E me sebabna Paulus nuriken pernembeh ate Dibata nandangi kalak si erlagu langkah si njuruken e, eme hawa nafsu si man kemelanken. Ke lasetian man Dibata nge si erbahansa manusia ngelakoken dosa penyimpangen seks, sabab i ikutkenna sura-sura dagingna si menyimpang e. Dibata enggo nehkeken pedahNa perjabun e - hubungen seks e hanya banci ilakoken ras pasangenna si sah; dilaki ras diberu. Kebenaren Dibata e pe enggo jadi bagin moralitas-ukuren kebenaren si isuanken Dibata ibas pikiren manusia, emaka kalak si ngelanggarsa ipelepas Dibata ia ndalanken perbahanenna si njuruken e. Perbahanen LGBT e; dilaki erlagu langkah si njuruken sapih-sapih dilaki, bagepe diberu erlagu langkah si njuruken sapih-sapih diberu e me perbahanen dosa si ilakoken manusia alu sadar enggo ilanggarna kebenaren si seharusna. Erkiteken perbahanen si njuruken e, si ilakoken manusia ekiteken i ikutkenna sura-sura dagingna si jahat ras la arusna e (kesesatan) maka ibalas Dibata me pelanggarenna e. Sura-sura daging si i ikutken (LGBT) erbahanca geluh manusia (nilai hidup manusia) merosot ras hancur.

1 Korinti 6:9,10
Rasul Paulus mpersingeti perpulungen Korinti, tentuna kata enda pe mpersingeti kita maka kalak si la benar, si erlagu langkah la mehuli, perlua-lua, ntah erlagu la mehuli sapih-sapih dilaki la dat bagin ibas kinirajan surga.

Aplikasi ras Renungan
* Tempas manusia igambarken Rasul Paulus:
~ "Pakelah manusia si mbaru si itepa rikutken tempas Dibata, dingen encidahken bana ibas kegeluhen si tuhu-tuhu adil dingen badia (Efesus 4:24).

~ "Kam genduari manusia si mbaru si tetap ipelimbarui Dibata si njadiken kam rikutken tempasNa jine. Tujunna e me gelah itandainndu alu serta Dibata e." (Kolose 3:10).

*Ibas Dibata nepa doni enda kerina itepa Dibata mehuli (sempurna) lalit kesalahen. Lebih asa kerina tinepa Dibata si deban, manusia itepa Dibata sentudu ras tempasNa, ulih perarihen Dibata Bapa, Anak, ras Kesah Si Badia, si iatanken guna doni ras surga, maka labo lit kesalahen entah pe penyimpangen asum itepa Dibata. Tapi melala penyebab si erbahansa terjadi penyimpangen (LGBT), pengaruh pangan, zat kimia umpamana arah tambar si ipan nandena asum ibas kandungen denga, erkiteken perlakuan keluarga (sosial), pengaruh video porno, cerita porno, la ngasup mengendaliken peraten kulana si la tersalur ras pasangenna maka ilakokenna penyimpangen seks, coba-coba dungna kenanamen (candu) ras sidebanna.

* Selaku kalak si erkiniteken kita rate keleng (mekuah ateta) nandangi kalak si ngelakoken LGBT, tapi kita la banci kompromi membenarken perbahanenna e. Ibas turi turin kerna kejahaten anak kuta Sodom, guna njelasken maka seh kal jahatna anak kuta Sodom ituriken maka asum dua malekat si bengket ku kuta e si jadi temue Lut, berngi asum dua malekat e lawes medem reh me anak kuta Sodom, dilaki si nguda ras si metua mindo gelah Lut ngendesken dua malekat e sabab ibahanna atena man duana malekat e bali ras man diberu. Ciga ate Dibata perbahanen anak kuta Sodom e, lanai ibere Dibata waktu pertobaten man bana seh maka ikernepken dibata kuta e alu udan kertah (bd. Kejadin 13:4,5).

Pdt. Ekwin Ginting Manik
Gbkp cikarang
   

Suplemen PJJ tanggal 09-15 Juli 2017, Ogen Jakub 4:13-17

BENAKEN IBAS GELAR TUHAN

 

Kata Perlebe
Ibas kitab Kuan-kuanen 16:1 Manusia ersura-sura, tapi Dibata kap si erbahan keputusenna. Bage pe ibas ay.:9 Manusia banci ersura-sura, tapi Dibata si netapken perdalanen geluhna. Tole pe ikataken ibas Kuan-kuanen 19:21 Manusia banci ersura-sura, tapi peraten TUHAN nge jadi.
Ijenda penulis kitab Kuan-kuanen encidahken kerna “kemutlaken” kuasa Tuhan , kai pe si lakoken manusia ujungna Dibata nge si netapkenca. Erkiteken sie la banci lang maka kai pe si lakoken harus ersukuten/erpengendes man Tuhan. Sue ras tema PJJ nta Minggu enda “Benaken Ibas Gelar Tuhan”, si ngingetken kita kerna keterbatasenta, ras kemutlaken Kuasa Tuhan alu bage kai pe si lakoken harus ibenaken ibas gelar Tuhan.

Niksiki Kata Dibata
Ay. 13-14,16 Meganjang Ukur
Salah sada sikap si encidahken “kelamehamaten” man Tuhan eme “meganjang ukur/sombong”, kalak si meganjang rukur beluh akapna bana, erkiteken sie banci akapna ia nggeluh si sada sue ras gegeh ras kepentarenana. Biasa kalak si “meganjang rukur “ labo perlu akapna ertoto ras mindo penampat ras pendapat kalak si deban. Kalak si Meganjang rukur, baik keberhasilen entah kegaggalen labo maba kiniulin man bana. Keberhasilen kalak si “meganjang rukur” erbahan ia ersombongna piah akapna kerina kalak e kai pe la ergana, si ipujina eme dirina ras kehebatenna si erbahanca ia erdauhna ras Dibata. Kegagalen kalak sombong tuhu-tuhu banci menghancurken geluhna, sebab kalak si mpeganjangken bana, erganjangna akapna bana adi kune ndabuh la banci lang “per-per (hancur)” naring. Emaka labo jarang siidah kalak si ndube jaya ibas geluhna si iisi alu kesombongen kune lanai bagi si nai jorena geluhna, lanai pang ku jelma si enterem.

Jakup mpersingeti kerina manusia si nggeluh merap marpar si kesilang ibas doni enda, gelah ula lit “meganjang rukur”. Kata “kesilang” ipake Jakup ibas suratna enda ningetken (menyadarken) kerna situasinta, maka kai pe labo lit si man “sombongenken” kalak kesilang situhuna “banci pe nggeluh enggo bujur” sebab kita nggeluh ibas “kegeluhen” kalak si deban nari.

Meganjang rukur (sombong) eme sada sikap si la ngena ate Dibata, emaka pengajaren-pengajaren Jesus bage pe rasul-rasul melala kel ngerana kerna “meteruk ukur “ sebab kiniteruken ukur e ngenca si banci njadiken geluhta “ndatken kemalemen ate bage pe banci maba kemalemen ate”. Ikataken Ibas Matius 23:12 Ise si peganjangken bana, ipeteruk Dibata me, janah ise si peteruk bana, ipeganjangken Dibata me Ia." Ayat enda encidahken maka tuhu-tuhu sitik pe la ngena ate Dibata kalak si meganjang rukur. Kalak si meganjang rukur nambahi baban geluh ngenca, sebab kitiksa takalta enda guna ngukurken kai jadi wari si pagi, Jakup ngataken kita enda desken “remang” kentisik ngenca lit, jenari bene.
 
Ay. 15. Pengendesen Geluh Man Tuhan
Kalak si erpengendes man Tuhan, eme kalak si ngakui “keterbatasenna”, erkiteken sie metedeh kel atena ertoto (melibatken Tuhan) ibas kai si ilakokenna. Kalak si erpengendes man Tuhan eme gambaren kalak si meteruk ukur si nggit erlajar ibas kerina dampar geluh enda.
 
Kalak si erpengendes man Tuhan eme kalak si Menaken kai pe Ibas Gelar Tuhan man kalak se bage “kegagalen ras keberhasilen” banci maba kiniulin ibas geluhna (Rm 8:28). Adi enggo kita ngendesken dahin e man Tuhan. Adi enggo kita ertoto man Tuhan ibas pertotonta e enggo si bahan kesimpulennna “Adi Ibere Tuhan”, maka bicara gagal total pe si dahiken kita e la erbahan kita ndabuh ras kecewa, sebab enggo sieteh lit ije Dibata si erdahin. Janah erpalasken kinitekenta “dahin” Dibata labo pernah meneken manusia, emaka bicara gagal pe dahinta e tetap lit pengarapen si terulin si enggo isikapken Dibata. Janha sisi si deban adi kune “sukses” pe dahin si dahiken kita e la ka erbahanca kita sombong, tapi justru erbahan kita ermeriah ukur (bersyukur) sebab si gejapken kerina e labo ban gegehta, ras peranta tapi semata-mata erkiteken “pasu-pasu” Tuhan, mabai bana maka keberhasilenta e tuhu-tuhu maba pasu-pasu ka man kegeluhen i doni enda.

Kembali ka ipersingeti man banta maka kalak si meteruk ukur si mengandalken Tuhan bagi si ituriken ibas Matius 23:12 Ise si peganjangken bana, ipeteruk Dibata me, janah ise si peteruk bana, ipeganjangken Dibata me Ia.Emaka mari sipeteruk ukurta, kai pe si lakoken kita “benakenlah Ibas Gelar Tuhan” tole pe ikataken ibas Matius 5:5 Ketuahen kalak si meteruk ukurna; sabap isehken Dibata me padanNa man bana.
 
Ay. 17. Erdosa Kalak Si Meteh Tapi La Ndalankensa
Teologia si terkenal ibas kitab Jakup enda eme “kiniteken harus teridah ibas perbahanen (” bdk 2:17), bage me pe tole ka itekanken ibas bahan PJJnta enda, maka erdosa kalak si meteh si mehuli ras si meteh kai si patut idalankenna. Kiniteken Kristen la cukup “meteh” (mbue menghafal) ayat Alkitab, erbuena si eteh (sihafal) ayat Alkitab adi la si dalanken maka erbuena me dosanta (erpalasken atyat enda), janah sie labo maba ketuahen (kesangapen), sebab kalak si ketuahen ras sangap eme si megiken ras ndalanken kata Dibata (bdk. Wahyu 1:3 Ketuahen kalak si ngogeken Kitap enda. Ketuahen kalak si megiken kata nubuat dingen ngikutken kai si tersurat i bas Kitap enda! Sabap enggo ndeher paksana jadi me kerina si tersurat enda; Wahyu 22:7 "Nehenlah!" nina Yesus, "Minter Aku reh! Ketuahen kalak si ngikutken Kata nubuat si tersurat i bas Kitap enda!")
 
Jadi Jakup mereken penekanen maka labo cukup kita rusur pulung dingen megiken kata Dibata saja tapi pe harus erpala-pala kita guna ndalankenca ibas kegeluhenta. Jadi kalak Kristen la banci setengah-setengah tapi harus totalitas, enggo terlanjur kita erlajar kerna si mehuli emaka praktekenlah (dalankenlah) bas geluhta adi lang enggo mberat. Adi min la sieteh sama sekali kerna kiniulin e labo min ndai ituntut kita ngelakokenca, tapi enggo si eteh emaka marilah si dalanken.
 
Ponter Aplikasi
1. Erbahan perncanan ibas geluh enda Tuhu-tuhu penting, sebab adi kita nggeluh la erperencanaan seri ras erdalan itengah laut tanpa kompas ras mercusuar. Ibas dunia managemen enda nina POAC (Plaining, organizing, Actualiting and Controling) gelah beluhta enda pe banci lebih tertata alu mehuli.

2. Baik ibas netapken Perencanaan bagepe ibas menaken kai si irencanaken kita e “Benakenlah Ibas Gelar Tuhan” , gelah Dibata si mpedauh kerina alang abad, janah adi lit hambaten ras tantangen pe ibere Tuhan pemeteh ras gegeh ibas ndungisa.

3. Dahin si ibenaken ibas gelar Tuhan, secara otomatis (mabai bana) lebih tutus ras ertanggung jawab kita ndahikenca. Sebab ibas kita menaken dahin ibas gelar Tuhan lit ije kontak (conect) antara spiritta (roh, jiwa ras semangatta ) ras Spirit of God (Gegeh Kesah Sibadia/Holly Spirit), mabai bana lebih tutusna ateta erdahin, lebih gegehta ibas ndahikenca, isempurnaken alu pengajari ras penegu-negu Gegeh Kuasa Kesah Sibadia seh maka kai pe hasilna pasti maba “kepuasen man banta bage pe man Tuhan”.
 
Pdt. Saul Ginting
GBKP Rg. Bekasi
   

Page 2 of 152

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 392 guests online