Suplemen PJJ Tanggal 13-19 Agustus 2017, Ogen Nehemia 4:11-15

Renungan

Thema : ”Jadi Mbisa”
“Menjadi Kuat-berkuasa”
 
 

Pendahuluan
Bangsa yang mengalami kekalahan dalam peperangan dan ditindas maka rakyatnya akan menjadi lemah dan tidak berdaya sehingga mereka tidak dapat memperbaiki situasinya. Diperlukan kebangkitan baru dapat terjadi apabila rasa nasionalis-cinta kepada bangsa tetap bergelora di dalam hati rakyatnya. Karena itu di dalam suatu perjuangan sangat diperlukan hadirnya tokoh nasionalis yang kepemimpinannya dapat diandalkan, kuat, berani, memiliki jiwa berkorban, cerdas, terampil, dapat dipercaya, dan memiliki visi masa depan yang jelas. Tidaklah mudah menemukan pemimpin seperti hal tersebut di atas, tetapi tidak mustahil hal tersebut lahir dari orang Kristen yang percaya sebab karena imannya telah menghadapi berbagai bentuk pergumulan sebagai pengujian dan melalui pengajaran gereja telah mendapat pendidikan tanggungjawab sebagai warga negara dan cinta bangsa.

Tafsiran dan Pembahasan teks
Tembok adalah simbol kokohnya berdiri suatu bangsa, pemerintahan yang berjaya dan aman, serta politik yang berkemenangan. Apabila tembok kota runtuh, pintu gerbangnya dibakar dan menjadi puing-puing berarti negara tersebut telah runtuh dan di taklukan. Karena itu ketika tembok Israel runtuh maka runtuhlah kebanggaan dan hilanglah kejayaan Israel. Secara politik mereka telah takluk kepada Persia yang menjajahnya. Keadaan tembok Israel yang telah menjadi puing-puing sangat mempengaruhi mental mereka menjadi lemah terlebih lagi ketika mereka diperbudak. Untuk dapat bangkit kembali Israel memerlukan seorang tokoh pemimpin yang dapat mengembalikan keyakinan dan semangat juang, membangkitkan rasa nasionalis berbangsa, dan semangat berkorban, berjuang membangun kembali Israel yang sudah menjadi puing-puing.
 
Nehemia sebagai tawanan di Persia, telah mendapat kepercayaan raja Artaserses melayaninya sebagai juru minuman. Sebagai seorang pelayan raja ia berhasil mendapat hati raja, sehingga ketika Nehemia menyampaikan keinginannya kembali ke Yerusalem dan memimpin bangsa Israel yang sudah kembali dari pembuangan membangun kembali tembok Israel yang telah runtuh, Nehemia mendapat izin raja serta mendukungnya (bd. 2:1-10). Nehemia bersama para imam, orang Lewi dan segenap bangsa Israel bekerja keras bersama-sama siang dan malam tiada hentinya membangun kembali tembok Israel yang telah menjadi puing-puing.
 
Pembangunan tersebut mendapat tantangan ditolak oleh Sanbalat gubernur Samaria, orang-orang Arab dipimpin oleh Gesyem, orang-orang Amon dipimpinoleh Tobia (2:19) dan orang-orang Asdot (salah satu suku orang Filistin). Mereka meremehkan, mengejek dan menghina pekerjaan pembangunan kembali tembok Israel, sebab mereka takut apabila pembangunan tembok berhasil maka Israel kembali menjadi kuat. Penghinaan itu adalah teror untuk menghancurkan semangat membangun Israel, sebab secara politik apabila Israel menjadi kuat akan menjadi ancaman bagi mereka. Pembangunan tembok bukan hanya sekedar pembangunan politik berdirinya kembali Israel yang berkuasa seperti sejarah Israel pada masa lalu tapi juga secara agama berdirinya tembok Israel berarti menjadi bukti Allah tetap berpihak kepada Israel dan tinggal di Yerusalem untuk membela Israel umat pilihanNya.
 
Kepemimpinan Nehemia berlandaskan kepada iman “takut akan Allah” dan dalam segala pergumulan yang di hadapinya ia selalu berdoa memohon penyertaan Allah membuatnya selalu kuat, berani dan berkuasa membimbing Israel. Ia sangat meyakini bahwa Allah sendiri yang akan berperang untuk Isrtael (bd 2:20). Menghadapi “teror” tentunya membuat Israel merasa terancam dan merasa takut tetapi bersama Allah dibawah kepemimpinan Nehemia tidak membuat Israel mundur. Bangsa-bangsa yang menentang berdirinya kembali tembok Israel tidak berhasil menghentikan pembangunan Israel dengan terornya, dan paralawan-lawan Israel tersebut bersepakat memerangi Israel dan membuat kekacauan. Menghadapi ancaman dari tekanan politik tersebut Israel bangkit sebagai bangsa yang siap berjuang mengangkat senjata menghadapi lawan-lawannya, berkorban demi negaranya. Dengan waspada mereka terus bekerja menyelesaikan pembangunan tembok itu dan terus berjaga-jaga. Nehemia mengatur pembagian tugas diantara Israel, sebahagian berjaga-jaga dan yang lain terus bekerja dengan mempersenjatai diri. Kesungguhan Israel membangun tembok itu di gambarkan dengan kalimat satu tangan memegang senjata dan tangan yang lain terus bekerja.
 
AplikasidanRenungan
• Sehubungan dengan peringatan kemerdekaan 72 tahun Indonesia merdeka, marilah kita membangun nilai-nilai nasionalis yang tinggi, semangat juang, kerelaan berkorban untuk membangun Indonesia. Menjadi perenungan bagi kita dalam mengukur kedalaman rasa nasionalis di dalam diri sebagai bagian Indonesia dalam menyambut HUT RI ke 72 “Apakah anda sudah mengibarkan bendera merah putih di depan rumah anda?”
• Jadilah tokoh-pemimpin yang dapat memberi motivasi bagi pembangunan nasional, seperti Nehemia yang mengorbankan zona nyamannya sebagai juru minuman raja, dengan mengandalkan Tuhan memimpin gerakan baru bagi bangsa Israel-membangun kembali tembok Israel yang telah menjadi puing-puing, menjadi ahli strategi pembangunan itu, pengamanannya dan tetap dapat di percaya dan diandalkan.
• Jadilah pemimpin yang berani, tidak takut dan tidak menjadi lemah karena teror dan ancaman.
• Jadilah pemimpin yang memiliki visi masadepan yang jelas dan sanggup menjabarkannya menjadi semangat pembangunan.
• Jadilah tokoh politik yang juga tokoh rohani sebab iman percaya kepada Allah dan selalu mengedepankan doa dan penyertaan Tuhan.
• Jadilah rakyat Indonesia yang peduli dan memiliki pendirian yang teguh; tidak mudah diombang-ambingkan kepentingan politik yang tidak bertanggung jawab, berani membela yang benar dan bertanggungjawab.
• Di semua tempat orang percaya berada; di lingkungan tempat tinggalnya, di kantor, di tempat ia membangun usaha, di pasar, di mol, di jalanan dll hendaknya orang percaya dapat membawa perubahan-pembaruan yang positif.

Pdt. Ekwin W. Ginting Manik
GBKP Rg. Cikarang
 

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 393 guests online

Login Form