Khotbah Markus 11:1-11, Minggu 29 Maret 2015

Renungan

Invocatio :
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2:8

Bacaan : Masmur 69: 1-20; Khotbah : Markus 11:1-11

Tema : Sambutlah Yesus dalam Hatimu

Hidup adalah masalah kiranya istilah ini relevan dengan apa yang mau digambarkan oleh pemasmur pada Masmur 69: 1-20 tentang pemikirannya yang bergerak melalui tahap kesengsaraan yang dilukiskannya; dalam keputusasannya menghadapi kesesakan, fitnah, ketakutan, kekhawatiran dan hilangnya harapan yang bersumber dari dirinya sendiri dan juga musuh-musuhnya.

Masmur 69: 5 salah satu ungkapan yang pesimistis“ Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak daripada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas”.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 11:1-11, Minggu 29 Maret 2015

 

Khotbah Mazmur 119:9-16, Minggu 22 Maret 2015

Renungan

Invocatio :
Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya / Kalak bujur ikawaliNa ibahanNa erkuasa desken raja-raja, janah ibereNa kalak bujur asa lalap ipehaga (Ayub/Job 36:7)

Bacan/ogen : Ibrani/Heber 5:5-10 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 119:9-16 (Responsoria)

Tema :
Firman Tuhan Memperbaharui Hatimu/Kata Dibata Mplimbarui Pusuhndu

Pendahuluan
Reformasi adalah perjuangan yang harus terus dikerjakan oleh umat Tuhan. Reformasi artinya kembali ke formasi (bentuk semula). Manusia pertama diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, sempurna memiliki akal dan pikiran sehingga layak menjadi mitra Tuhan untuk menjaga keselarasan hidup di dunia ini. Setelah manusia jatuh kedalam dosa keserupaan dan kesegambaran manusia dengan Allah itu telah ternoda, tercoreng, kabur (buram) bahkan gelap sama sekali, hampir tidak kelihatan lagi sifat-sifat ilahi dalam kehidupan manusia, sehingga muncullah istilah “homo homini lupus = manusia menjadi serigala atas sesamanya, ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia adalah hewan bercelana, artinya hanya “celana” yang membedakan manusia dengan ciptaan yang lain...ironis....menyedikan

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 119:9-16, Minggu 22 Maret 2015

 

Khotbah Ibrani 12:18-29, Minggu 15 Maret 2015

Renungan

Introitus :
Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia. (Mazmur 37:3)

Pembacaan : Bilangan 21:4-9 (Tunggal); Khotbah : Ibrani 12:18-29 (Responsoria)

Tema : Berharaplah kepada Tuhan.


Pendahuluan

  1.  Alur perenungan menurut J.Wesley Brill dilengkapi pemahaman William Barclay.
  2.  Surat Ibrani terutama ditulis kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan.
  3.  Karenanya dalam Surat Ibrani ini sangat ditekankan betapa pentingnya iman sebagai dasar hidup setiap orang beriman. Iman itulah yang telah menyelamatkan banyak orang, baik di masa lampau maupun di masa yang akan datang. Karena itu kita harus tetap bertekun dalam iman.


Khotbah
Jemaat yang dikasihi Tuhan!
Bulan depan, tepatnya 18 April 2015 Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) genap 125 tahun. Sebagai Gereja atau sebagai ‘serayan’ tentu begitu banyak tantangan yang telah dihadapi, baik dari luar maupun dari dalam intern kita. Namun GBKP dapat bertahan dan bertumbuh hanya oleh anugerah dan penyertaan Tuhan melalui pelayanan dan motivasi serayan Tuhan. Karenanya relevan sekali kalau perikop kita minggu ini seputar yang sedang dialami orang-orang Kristen Yahudi yaitu penganiayaan dan keputusasaan. Dan tema kita merupakan solusi “berharaplah kepada Tuhan”. Introitus mengingatkan apa yang harus dilakukan kedepan? Tidak lain ORA ET LABORA. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia. (Mazmur 37:3). Gampang-gampang susah.

Lebih lanjut: Khotbah Ibrani 12:18-29, Minggu 15 Maret 2015

 

Khotbah Keluaran 20:1-17, Minggu 8 Maret 2015

Renungan

Invocatio :
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16)

Bacaan : 1 Korintus 1:3-7 (Tunggal); Kotbah : Keluaran 20:1-17 (Responsoria)

Tema : Lakukanlah Perintah Allah


PENGANTAR
Sepuluh perintah Allah (Dekalog) disampaikan sebagai tanda kasihNya kepada umatNya. Karya kasih yaitu keselamatan yang diberikanNya mendahului pengajaran yang disampaikanNya kepada para umatNya. Untuk itu, mari kita mempelajari bagaimana kasih serta pengajaran yang disampaikanNya.

ISI
Kotbah : Keluaran 20:1-17
1. Ayat 1-2 Keselamatan Israel karena inisiatif Allah
“…..Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Pernyataan Allah ini memperlihatkan bahwa relasi antara Allah dan manusia adalah atas inisiatif Allah sendiri yang berkarya kasih untuk menyelamatkan Israel atas Mesir. Allah lebih kuat daripada Mesir. Setelah karya penyelamatan yang dilakukan oleh Allah, maka Dia menyatakan pengajaran untuk dilakukan oleh manusia.

2. Ayat 3-11 Kasih kepada Allah
“Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu……” Bangsa Israel telah memperoleh anugerah keselamatan dari Allah, yang telah membebaskan mereka dari Mesir. Kemudian Allah menyatakan perintahNya yang harus dilakukan oleh setiap orang. Dalam ayat 3-11 ini, memperlihatkan pengajaran tentang hubungan manusia dengan Allah. Kasih kepada Allah menuntun manusia untuk tetap setia kepadaNya serta tidak menduakanNya. Karena Allah adalah Allah yang cemburu. Membuat allah lain sebagai tandingan Allah, misalnya patung, atau dalam bentuk lainnya adalah hal yang sangat tidak dikehendaki Allah. Bahkan untuk menyebut namaNya dengan sembarangan, juga dilarangNya.

Lebih lanjut: Khotbah Keluaran 20:1-17, Minggu 8 Maret 2015

 

Khotbah Markus 8:31-38, Minggu 1 Maret 2015

Renungan

Invocatio :
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu (Kejadian 17:7)

Bacaan : Kejadian 17:1-7, 15-16; Khotbah : Markus 8:31-38

Thema :
PERCAYALAH ANUGRAHNYA (TEKLAH NANDANGI PERKUAH ATENA)

Jemaat yang dikasihi
Kita semua adalah orang-orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Mengapa kita harus percaya kepada Kristus, apa yang menjadi alasan untuk kita percaya kepada-Nya? Seberapa baik kita mengenal Dia? Melalui perikop hari ini, ada dua hal mengapa kita harus percaya, yakni:

1. Kristus adalah Mesias utusan Allah
Pada ayat 31 dikatakan bahwa Yesus sedang mengajarkan kepada para murid bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli taurat lalu dibunuh dan bangkit sesudah hari yang ketiga. Hal ini bukan terjadi begitu saja (bukan pengajaran Yesus semata/ sesukan hatinya), melainkan hal ini telah dinubuatkan sejak lama, bahkan sebelumnya di dalam Perjanjian Lama juga telah dicantumakan bahwa ia dihina dan dihindari, bahkan dianiaya, dia tertikam, tetapi sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya (bandingkan Yes. 53:1-12). Artinya bahwa Allah mengetahui seluruh kehidupan manusia, dan Ia mengutus Yesus Kristus kepada dunia yang telah rusak dan tercerai berai, dengan tujuan dipulihkan kembali. Oleh karena iitu, sebagai seorang yang telah mengaku ating , tidak ada hal yang membuat kita tidak percaya kepada Kristus yang adalah utusan Allah.

Lebih lanjut: Khotbah Markus 8:31-38, Minggu 1 Maret 2015

 

Page 1 of 47

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 73 guests online

Login Form