Khotbah Roma 2:17-29, Minggu 4 Januari 2015

Renungan

Introitus :
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di Jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemoh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1 : 1-3 )

Bacaan : Yesaya 63 : 7 – 9; Khotbah : Roma 2 : 17 – 29

Thema : Lakukanlah Taurat Tuhan (Ikutkenlah Undang-undang Tuhan).

Jemaat yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus
Waktu adalah bagian dari hidup manusia. Sebab dengan waktu, manusia dapat mengukur hasil pekerjaannya. Dengan waktu kita mengatur perjalanan pekerjaan dan hidup kita. Apa saja kegiatan kita, pasti berkenaan dengan waktu. Seluruh perjalanan hidup kita, selalu dibagi atas tiga waktu : waktu lampau, waktu kini dan waktu yang akan datang. Waktu lampau adalah pengalaman yang dapat menjadi pelajaran untuk waktu kini dan waktu yang akan datang. Waktu lampau berhubungan erat dengan waktu kini, dan waktu kini berhubungan erat dengan waktu yang akan datang. Apa yang kita lakukan sekarang ini sebenarnya sudah setengah dari apa yang kita lakukan di waktu yang akan datang. Oleh sebab itu kecemasan waktu kini adalah kecemasan waktu yang akan datang. Dari pengalaman hidup yang sudah kita lalui di tahun yang lalu, tentu saja kita ingin mengubahnya dengan perjuangan dan harapan agar di tahun yang baru ini akan lebih baik. Untuk mewujudnyatakan harapan tersebut marilah kita kembali kepada firman Tuhan yang menjadi perenungan kita di minggu pertama di tahun baru ini.

Lebih lanjut: Khotbah Roma 2:17-29, Minggu 4 Januari 2015

 

Khotbah Lukas 2:36-40, Minggu 28 Desember 2014 (Advent IV)

Renungan

Introitus : 
Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu/ Petetap min ukurku alu keleng ateNdu si tetap, sue ras ipadankenNdu man bangku, suruh-suruhenNdu (Mazmur 119:76)

Bacaan : Yesaya 62: 1-3 (Responsoria); Khotbah : Lukas 2:36-40 (Tunggal)

Tema :
Hiduplah Dalam Kasih Karunia Tuhan/Nggeluhlah I Bas Perkuah Ate Tuhan

Saudara-sudara yang terkasih dalam Kristus Yesus, minggu ini adalah minggu terakhir di tahun 2014, satu moment dimana kita dapat merenungkan dan mengevaluasi seluruh perjalanan kehidupan kita sepanjang tahun 2014. Ibarat mendaki sebuah gunung (menjalanai sebuah perjalanan) tibalah saatnya kita di sebuah titik perhentian (peristirahatan) untuk dapat melihat kebelakang merenungkan jalan yang sudah kita lewati, dalam perjalanan itu mungkin kita melewati jalan yang berbatu (kerikil-kerikil tajam) atau jalan yang berliku dan penuh onak dan duri, mungkin ada saatnya kita terpeleset dan jatuh, berdarah dan menangis, mungkin dalam perjalanan itu kita merasa senang (berjalan dalam jalan yang mulus), singkatnya perjalannan kita diwarnai dengan suka atau duka. Sepanjang perjalanan itu kita dapat merasakan bagaimana tuntunan tangan Tuhan kesetiaan Tuhan yang senantiasa setia menemani perjalanan hidup kita, kita jatuh tapi tak sampai tergeletak...tangan siapa yang menopang...? ya tangan Tuhan....kita pernah menangis tetapi tidak sampai meneteskan airmata bercampur darah....siapa yang menghibur....? ..ya Tuhan...., mungkin mengawali tahun 2014 begitu banyak beban yang harus kita pikirkan...biaya kehidupan, biaya anak sekolah dan banyak lagi kebutuhan-kebutuhan yang lain, kita bekerja hanya sebatas kemampuan kita yang terbatas, kita bekerja dengan pengetahuan kita yang terbatas tetapi siapa yang mencukupkan segala keperluan kita ?...ya Tuhan kan ? ya inilah yang kita sebut dengan “kasih Karunia Tuhan”. Ya mungkin disisi lain permasalahan hidup kita masih ada yang belum selesai tetapi yakinlah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita berjalan sendiri mengarungi kehidupan ini (Mat 28: 20 “Aku senantiasa menyertai engkau sampai akhir zaman”). Pengalaman adalah guru yang terbaik istilah ini mengingatkan kita akan pentingnya sebuah perenungan akan perjalanan yang sudah kita lewati untuk mempersiapakan perjalanan yang akan kita jalani dalam babak kehidupan selanjutnya.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 2:36-40, Minggu 28 Desember 2014 (Advent IV)

 

Thema Natal GBKP Klasis Jakarta-Bandung: Berjumba Dengan Allah Dalam Keluarga (Bdk. Imamat 26:12)

Renungan

Thema : Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga (Bdk. Imamat 26 : 12)

Keluarga adalah bagian persekutuan terkecil yang ada dalam kehidupan orang beriman. Keluarga juga ada karena adanya kehendak Allah untuk mempersatukan dua anak manusia antara laki-laki dan perempuan dan kemudia dari penyatuan yang Allah lakukan; Dia juga memberikan karunia berupa kehadiran anak di dalamnya (walau dalam kasus tertentu ada juga keluarga yang hanya terdiri dari suami dan istri, tanpa kehadiran anak didalamnya). Dengan pemahaman seperti ini maka kita dapat mengatakan bahwa kehadiran dan peran Allah sudah terlihat secara nyata sejak awal kehidupan keluarga itu terbentuk. Juga perlu ditambahkan bahwa peran Allah juga tidak berhenti dengan “menambahkan” kehadiran anak di dalamnya.

Lebih lanjut: Thema Natal GBKP Klasis Jakarta-Bandung: Berjumba Dengan Allah Dalam Keluarga (Bdk. Imamat 26:12)

 

Khotbah Mikha 5:1-4, Rabu 24 Desember 2014 (Malam Natal)

Renungan

Introitus :
Mereka akan tinggal tetap,sebab sekarang Ia menjadi besar sampai keujung bumi (Mikha 5 : 4b-5).

Ogen : Heber 1 : 1 -4 (Tunggal); Khotbah : Mikha 5 : 1 – 4 (Tunggal).

Tema : Dia Raja Damai

Saudara saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.
Pemimpin-pemimpin bangsa Israel pada waktu itu tidak lagi menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan kehendak Tuhan,mereka tidak lagi menjalankan keadilan melainkan membenci kebaikan dan mencintai kejahatan (band.Mikha 3 : 2-3). Pemimpin pwmimpin membengkokkan yang lurus, para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran. Bangsa Israel tidak lagi merasakan keadilan, mereka menderita oleh pemimpin pemimpin yang menyenangi kejahatan. Ditengah tengah penderitaan mereka karena krisis kepemimpinan, mereka sangat merindukan kepemimpinan yang baru, Raja yang baru yang sanggup memberi kedamaian kepada bangsa Israel. Mereka sudah terlalu lama menderita karena krisis kepemimpinan.

Lebih lanjut: Khotbah Mikha 5:1-4, Rabu 24 Desember 2014 (Malam Natal)

 

Khotbah Lukas 1:26-38, Minggu 21 Desember 2014 (Advernt IV)

Renungan

Introitus :
”Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan” Kej.18:14a

Bacaan : 2 Samuel 7 : 1,11-16; Khotbah : Lukas 1 : 26 – 38

Thema :
Tiada yang mustahil didalam Tuhan (Labo lit si metahat ibas Dibata)

PENGANTAR
Didalam kehidupan ini banyak terjadi hal yang tidak kita duga, tidak Pasti dan tidak sesua. Kadang berdasarkan pengalaman, kita merasa pasti bisa dan kita pasti berhasil, sebaliknya kadang kita sudah hampir putus asa, merasa tidak ada kepastian , tiada lagi jalan terbuka namun kekuatan Tuhan memampukan kita, kita berseru: Puji Tuhan tiada yang mustahil bagi Tuhan.

Lebih lanjut: Khotbah Lukas 1:26-38, Minggu 21 Desember 2014 (Advernt IV)

 

Page 1 of 45

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 170 guests online

Login Form