Khotbah Markus 1:21-28, Minggu 1 Februari 2015 (Septuagesima)

Renungan

Invocatio:
dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. (Roma 1:4)

Bacaan : Masmur : 111 : 1-10 (Responsoria Masmur); Khotbah : Markus 1 : 21-28 (Tunggal)

Thema :
“Pujilah Tuhan, Mbelin KuasaNa”/ “Pujilah Tuhan,
Besar Kuasa-Nya”


1. Pengantar
Tidak ada cara yang lebih memadai untuk mengungkapkan iman dan penyerahan diri kepada Allah daripada melalui nyanyian. Secara umum puisi PL semula merupakan nyanyian. Puisi itu bukanlah sumber ajaran-ajaran teologi, tetapi merupakan ungkapan iman para penyanyi, secara pribadi atau kelompok. Puisi PL bukan hanya sebagai cara mengenal Allah, tetapi lebih-lebih merupakan cara memuji Dia yang patut dipuji. (W.S.Lasor:2004:38).

Lebih lanjut: Khotbah Markus 1:21-28, Minggu 1 Februari 2015 (Septuagesima)

 

Khotbah Mazmur 17:8-15, Minggu 25 Januari 2015 (Ephipanias IV)

Renungan

Introitus :
Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi (Yosua 1 : 7)

Bahan Alkitab : Kisah Rasul 16 : 4 – 15; Khotbah : Maz. 17 : 8 – 15 (Responsoria)

Thema : Allah berpihak pada orang benar
(Kalak bujur itemani Dibata).

I. Pembuka

  •  Sering kita dengar orang berkata dunia kita ini semakin tua, bencana alam semakin dahsyat, kejahatan semakin merajalela ; soal kecil manusia tidak segan menghabisi nyawa sesamanya.
  • Sudah undang-undang ditegakkan, tapi masih tergoda cepat kaya, yang kaya semakin kaya, mau korupsi, terima suap, menipu dsb.
  • Jika ada seorang penguasa tidak kaya, hidupnya kere, dikatakan bodoh, tidak pintar pakai kesempatan perkaya diri.
  • Bagaimana sikap kita sebagai orang beriman yang percaya pada Tuhan Allah yang Maha Kuasa, kita di tuntut agar hidup jujur, bertindak adil serta menjalankan kebenaran dan taat pada Firman Allah dan undang-undang Negara.

    Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 17:8-15, Minggu 25 Januari 2015 (Ephipanias IV)

 

Khotbah 1 Korintus 6:12-20, Minggu 18 Januari 2015

Renungan

Invocatio :
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Roma 12:1)

Bacaan : 1 Samuel 3:11-20; Khotbah : 1 Korintus 6:12-20 (Responsoria)

Thema : Muliakanlah Tuhan dengan Tubuhmu

PENDAHULUAN

Setiap orang memiliki motto atau filosofi hidup dalam menjalani hidupnya. Misalnya RAJIN PANGKAL PANDAI, TETAP LAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK SEMUA ORANG, JIKA TIDAK MENDAPAT APA YANG KITA SUKA MAKA BELAJARLAH UNTUK MENYUKAI APA YANG KITA DAPAT. Motto atau filosofi hidup memberikan pengaruh yang besar dalam hidup kita. Seperti jemaat Kristen di Korintus yang memiliki motto SEGALA SEUATU HALAL BAGIKU, mereka menganggap bahwa karena mereka sudah ditebus oleh Kristus, maka mereka bebas untuk melakukan apa saja, termasuk dosa seksual yang tidak jadi masalah menurut mereka sebab segala sesuatu itu halal. Mereka telah memperhambakan tubuh mereka pada hasrat seksual, akibatnya rusaklah pernikahan yang seharusnya menjadi cerminan hubungan Tuhan dengan jemaatNya. Anggapan seperti ini bersumber dari konsep mereka tentang kebebasan Kristiani dan tubuh yang salah. Sama seperti kasus percabulah dengan istri ayahnya yang justru dibanggakan oleh mereka (1 Kor. 5:1). Perzinahan dengan pelacur pun tidak membuat mereka malu, bahkan mereka memiliki berbagai macam alasan untuk membenarkan perbuatan ini.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Korintus 6:12-20, Minggu 18 Januari 2015

 

Khotbah Yesaya 60:1-6, Minggu 11 Januari 2015 (Ephipanias II)

Renungan

Invocatio:

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12).

 

Bacaan   : Markus 1:4-11 (Responsoria); Khotbah  : Yesaya 60:1-6

 

Thema  : Bangkitlah, Terangmu sudah datang

 

Pada Minggu Ephipanias[1] yang ke dua ini, kita kembali di tuntun untuk semakin memahami kebenaran Firman Tuhan mengenai Yesus Kristus yang telah diutus ke dunia ini sebagai Juruslamat. Di tengah-tengah kegelapan akibat dosa, Yesus Kristus telah datang ke dunia sebagai Terang Dunia sehingga barang siapa percaya dan mengikutNya tidak lagi berjalan dalam kegelapan[2] atau dengan kata lain barang siapa percaya dan menyambutNya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal[3].

Lebih lanjut: Khotbah Yesaya 60:1-6, Minggu 11 Januari 2015 (Ephipanias II)

 

Khotbah Roma 2:17-29, Minggu 4 Januari 2015

Renungan

Introitus :
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di Jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemoh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1 : 1-3 )

Bacaan : Yesaya 63 : 7 – 9; Khotbah : Roma 2 : 17 – 29

Thema : Lakukanlah Taurat Tuhan (Ikutkenlah Undang-undang Tuhan).

Jemaat yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus
Waktu adalah bagian dari hidup manusia. Sebab dengan waktu, manusia dapat mengukur hasil pekerjaannya. Dengan waktu kita mengatur perjalanan pekerjaan dan hidup kita. Apa saja kegiatan kita, pasti berkenaan dengan waktu. Seluruh perjalanan hidup kita, selalu dibagi atas tiga waktu : waktu lampau, waktu kini dan waktu yang akan datang. Waktu lampau adalah pengalaman yang dapat menjadi pelajaran untuk waktu kini dan waktu yang akan datang. Waktu lampau berhubungan erat dengan waktu kini, dan waktu kini berhubungan erat dengan waktu yang akan datang. Apa yang kita lakukan sekarang ini sebenarnya sudah setengah dari apa yang kita lakukan di waktu yang akan datang. Oleh sebab itu kecemasan waktu kini adalah kecemasan waktu yang akan datang. Dari pengalaman hidup yang sudah kita lalui di tahun yang lalu, tentu saja kita ingin mengubahnya dengan perjuangan dan harapan agar di tahun yang baru ini akan lebih baik. Untuk mewujudnyatakan harapan tersebut marilah kita kembali kepada firman Tuhan yang menjadi perenungan kita di minggu pertama di tahun baru ini.

Lebih lanjut: Khotbah Roma 2:17-29, Minggu 4 Januari 2015

 

Page 1 of 45

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 46 guests online

Login Form