Khotbah Yesaya 61:1-4, 8-11, Minggu 14 Desember 2014 (Advent 3)

Renungan

Introitus :
Roh Tuhan Allah ada padaku,oleh karena Tuhan telah mengurapi aku;Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara,dan merawat orang-orang yang remuk hati,memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara (Yes.61:1)

Bacaan : 1 Tesalonika 5:16-24; Khotbah : Yesaya 61:1-4;8-11

Tema :
Kita idilo maba Berita Si mehuli (Kita dipanggil untuk membawa/menyampaikan kabar baik.

I. Pendahuluan
Salah satu tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus adalah bersaksi dan menyampaikan kabar baik kepada dunia sekitar kita.Tugas dan tanggung jawab itu kita lakukan untuk mewujudkan rasa syukur atas penyertaan Allah bagi kehidupan kita.Dengan demikian orang yang mau dan mampu bersaksi menyampaikan kabar baik dari Tuhan adalah orang-orang selalu mampu mengucap syukur,karena kesaksian kita bukanlah keberhasilan yang di raih tapi dengan menunjukkan sikap dan perbuatan dalam kebenaran Allah dalam dunia ini.

Lebih lanjut: Khotbah Yesaya 61:1-4, 8-11, Minggu 14 Desember 2014 (Advent 3)

 

Khotbah 2 Petrus 3:8-15, Minggu 7 Desember 2014 (Advent 2)

Renungan

Introitus :
Ada suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di Padang Gurun jalan untuk Tuhan. Luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita (Yesaya 40:3).

Bacaan : Yesaya 40:1-11 (Responsoria); Kotbah : II Petrus 3:8-15 (Tunggal)

Tema : Persiapkanlah Jalan Untuk Tuhan

PENDAHULUAN
Ketika kita mendapat kabar berita bahwa kita akan kedatangan tamu ke rumah kita, maka kita sebagai tuan rumah sudah pasti akan mempersiapkan diri kita untuk menyambut dia yang akan dating. Yang dating itu akan kita persiapkan mulai dari sumur, dapur dan tempat tidur. Kita membersihkan rumah kita dengan senang hati. Kita mempersiapkannya dengan baik agar yang dating itu merasa nyaman, tenang dan suka cita. Demikianlah pada minggu Advent ke II ini melalui renungan kita di dalam surat 2 Petrus 3:8-15 kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita sudah siap untuk mempersiakan diri kita, hati kita supaya Tuhan yang akan dating itu merasa nyaman dan tenang, berkenan di hati kita dan di dalam pribadi kita masing-masing.

Lebih lanjut: Khotbah 2 Petrus 3:8-15, Minggu 7 Desember 2014 (Advent 2)

 

Khotbah Yesaya 64:1-9, Minggu 30 November 2014 (Advent 1)

Renungan

Introitus :
“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu” (Yesaya 64:8).

Ogen : Markus 13:24-37 (Tunggal); Khotbah : Yesaya 64:1-9 (Antiphonal)

Tema : ”Ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!”

1. Pendahuluan
Seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya ditemani oleh orang tuanya (ibunya). Suatu sore ia mengatakan kepada ibunya bahwa suatu kejutan karena bayinya memiliki rambut hitam, karena ia keduanya dengan suaminya memiliki rambut pirang. Nenek itu menjawab, "wajar saja, ayahmu kan memiliki rambut hitam". Putrinya menjawab, "tapi, Mama, itu tidak ada kaitannya, karena aku diadopsi". Dengan senyum malu, si ibu mengucapkan kata-kata yang paling indah bagi putrinya: "Aku selalu lupa". Semua orang Kristen diadopsi menjadi anak-anak Allah yang diterima oleh Allah dengan cinta tanpa syarat yang sama seperti ibu ini lakukan untuk putrinya.

Lebih lanjut: Khotbah Yesaya 64:1-9, Minggu 30 November 2014 (Advent 1)

 

Khotbah Efesus 1:15-23, Minggu 23 November 2014

Renungan

Introitus :
“dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang Mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh Hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar (Efesus 1:17)

Bacaan : Yehezkiel 34:20-24 (Responsoria); Khotbah : Efesus 1:15-23 (Tunggal)

Tema : Pakailah Roh Hikmat Allah

PEMAHAMAN TEKS
Janji sebagai Hakim yang adil disampaikan Allah bagi umat Israel melalui Yehezkiel, dimana Allah akan menolong para umatnya dan memisahkannya dari umat yang tidak taat kepada Allah melalui “gembala” yang akan diutusnya (bnd Yeh 34:23) inilah yang menjadi pengokoh iman bangsa Israel untuk tetap terus mengandalkan Allah dalam kehidupannya. Demikian juga yang menjadi penguatan dan pikiran bagi Paulus dalam melayani bagi orang-orang Efesus. Surat Efesus ini, ditulis oleh Paulus ketika dia sedang berada dalam penjara. Ada dua hal yang menjadi alasan Paulus; Pertama Paulus sangat menghargai pertumbuhan. Ketika Paulus mendengar kabar tentang iman jemaat Efesus yang bertumbuh baik dalam iman dan Kasih. Paulus bersyukur dan memuji Tuhan "Ketika aku mendengar tentang kamu, mendengar tentang imanmu dalam Tuhan dan tentang kasihmu kepada semua orang kudus, aku mengucap syukur karena kamu." (ayat 15). Di dalam bagian ini Paulus melihat pertumbuhan orang Kristen sebagai suatu prestasi, artinya suatu pertumbuhan perlu dihargai, diperhatikan, dilihat dan dinilai oleh setiap orang di dalam kehidupan kita secara ideal. Kedua Paulus juga menyadarkan mereka dengan satu permohonan yang tulus, "dan aku senantiasa mengingat kamu dalam doaku. Dan meminta kepada Bapa yang mulia itu supaya memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu." (ayat 16-17) Bentuk kalimat yang dipakai di sini menggambarkan satu permohonan yang serius dengan sungguh-sungguh meminta agar Tuhan memberikan kepada mereka Roh hikmat dan wahyu supaya mereka bisa bertumbuh. Sehingga pada bagian berikutnya Paulus mengajak bahwa pertumbuhan iman itu harus Nampak dalam sikap dan perilaku mereka yang telah dipenuhi oleh Roh hikmat tersebut.

Lebih lanjut: Khotbah Efesus 1:15-23, Minggu 23 November 2014

 

Khotbah Zepanya 1:7, 12-18, Minggu 16 Nopember 2014

Renungan

Introitus :
Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (I Tesalonika 5:9)

Bacaan : I Tesalonika 5:1-11 (Tunggal); Khotbah : Zepanya 1:7,12-18

Tema : Hari Tuhan Akan Datang

PENDAHULUAN
Mungkin diantara kita masih ingat dengan sebuah lagu “Madu dan Racun” antara lain dari syairnya adalah . ”Madu di tangan kananmu racun di tangan kirimu....aku tak tahu mana yang akan kau berikan pada ku...” syair lagu ini mengisahkan seseorang yang menanti-nantikan kedatangan sang kekasihnya, tetapi apakah pertemuan itu akan membawa kebahagiaan atau sebaliknya membawa kepada kehancuran.... Madu atau racun.... bahkan yang sangat luar biasa percampuran antara madu dan racun yang mematikan....... sedikit berbeda dengan Tuhan yang tidak pernah mencampur madu dan racun dan pilihan itu tidak terletak pada Tuhan apakah Dia memberikan racun atau madu, tetapi tergantung pilihan manusia mau pilih madu atau racun (kehidupan atau kematian)

Lebih lanjut: Khotbah Zepanya 1:7, 12-18, Minggu 16 Nopember 2014

 

Page 1 of 44

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 68 guests online

Login Form