Khotbah Kisah Para Rasul 2:22-24, Minggu 24 Mei 2015 (Pentakosta I)

Renungan

Invocatio :
“Tetapi penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan di utus oleh Bapa dalam nama-Ku,Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan Kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” ( Yohanes14:26 ).

Bacaan : Masmur 139 : 1 – 12 ( Antiponal ); Khotbah : Kisah Para Rasul 2 : 22 – 24 ( Tunggal )

Thema :
“Roh Kudus yang dijanjikan Allah” Kesah si ipadanken Dibata

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Minggu ini kita memperingati atau merayakan hari turunnya Roh Kudus atau Pentakosta. Pentakosta artinya hari kelima puluh setelah kebangkitan Yesus Kristus, hari raya tujuh minggu yang di hitung mulai hari sabat. Menurut tradisi para rabi Yahudi bahwa hari raya tujuh minggu adalah hari raya ulang tahun pemberian Hukum Taurat di Sinai. Hari raya Pentakosta Yahudi dirayakan menunjuk kepada genapnya hasil pekerjaan, dan hasil panen yang dipersembahkan kepada Tuhan. (Imamat 23:15-16, Ulangan 16 : 9 – 10). Pentakosta Yahudi dirayakan sebagai pesta penuaian sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Allah.

Lebih lanjut: Khotbah Kisah Para Rasul 2:22-24, Minggu 24 Mei 2015 (Pentakosta I)

 

Khotbah Mazmur 76:2-13, Minggu 17 Mei 2015

Renungan

Invocatio :
TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera! (Maz. 29:11)

Bacaan : 1 Yoh. 5:9-13 (Tunggal); Khotba : Mazmur 76:2-13 (Anthiponal)

Tema : Allah Raja Damai dan Kehidupan


Pendahuluan
Jemaat yang dikasihi Allah, sebagaimana yang sudah kita baca dalam Kitab Mazmur, Kitab Mazmur ini merupakan nyanyian pujian Sion di mana si pemazmur sedang menceriterakan bagaimana Allah menyelamatkan Sion dan memberikan kemenangan terhadap umat-Nya. Nyanyian ini di naikkan kepada Yahweh, ketika Israel memperoleh kemenangan melalui peperangan melawan bangsa-bangsa sekitar mereka, sehingga pemazmur dengan percaya menyatakan bahwa Allah adalah Hakim segala bangsa. Berikut keyakinan si pemazmur terhadap Allah sehingga ia mampu menyatakan demikian:

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 76:2-13, Minggu 17 Mei 2015

 

Khotbah Kisah Para Rasul 10:44-48, Minggu 10 Mei 2015

Renungan

Invocatio :
“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” (Kolose 4:2)

Ogen : Mazmur 22:25-31 (Antiponal); Khotbah : Kisah Para Rasul 10:44-48 (Tunggal)

Tema : “Tiada Perbedaan Dihadapan Tuhan”

PENDAHULUAN
“Yesus cinta semua bangsa, semua bangsa di dunia, kuning, putih dan hitam, semua di cinta Tuhan, Yesus cinta semua bangsa di dunia..” Lirik lagu yang sederhana ini, kembali mengingatkan kita akan makna cinta Tuhan yang universal. Tidak membedakan bangsa, warna kulit, bahasa atau perbedaan lainnya. Semua orang sama di hadapan Tuhan dan kepada siapa pun kabar keselamatan harus dinyatakan dan disaksikan. Tidak ada perbedaan di hadapan Tuhan, menjadi sebuah pemahaman yang akan mendorong kita untuk lebih mengasihi sesama dan mewartakan cinta kasih Tuhan yang telah kita nikmati. Namun, dalam kenyataan hidup sering kali manusia terjebak dalam sikap pengkotak-kotakan, pemisahan berdasarkan kepentingan masing-masing pribadi atau kelompok. Sehingga tanpa disadari kekristenan dan gereja pun dapat terancam sikap tertutup melakukan misi Kristus, yakni beritakan Injil sampai ke ujung dunia. Bagaimana Firman Tuhan menyaksikannya bagi kita dan memampukan untuk melakukannya?

Lebih lanjut: Khotbah Kisah Para Rasul 10:44-48, Minggu 10 Mei 2015

 

Khotbah Mazmur 47:1-10, Minggu 3 Mei 2015

Renungan

Invocatio :
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu (Kolose 3:16)”.

Bacaan : Wahyu 15:1-4 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 47:1-10 (Responsoria)

Tema :
Pujilah Tuhan Karena Perbuatan-Nya/Pujilah Tuhan Erkiteken PerbahanenNa

Dalam setiap ajang penghargaan bergengsi, di puncak acara sering diberikan penghargaan yang diberi nama Lifetime Achievement Award. Pemberian penghargaan ini biasanya didasarkan pada penilaian terhadap seseorang yang dianggap telah mendedikasikan diri dan berkontribusi besar bagi perkembangan sesuatu bidang tertentu, misalnya dalam bidang perfilman, musik, politik dan lain-lain.

Ketika pemenangnya di umumkan, biasanya sontak seluruh tamu yang hadir akan memberikan standing applause, tepuk tangan yang meriah dari hadirin sekalian. Hal ini menunjukkan rasa ”hormat, kagum, penghargaan” yang tinggi diberikan pada orang tersebut. Tidak bisa kita pungkiri bahwa seseorang itu juga akan dinilai, diperhitungkan dan dihargai dari perbuatannya, apa yang telah dia perbuat selama hidupnya. Manusia memang akan selalu demikian, sadar atau tidak sadar kita akan lebih mampu menghargai, memberikan rasa hormat dan pujian kepada seseorang yang telah kita tahu betul dia sudah berbuat sesuatu yang baik apalagi itu bagi kita. Tentunya kita akan hargai betul orang itu atas segala jasa dan pemberian yang telah kita terima. Bagaimana dengan Tuhan? Apakah kita selama ini sudah memberikan rasa “hormat, kagum dan pujian” kepadaNya?

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 47:1-10, Minggu 3 Mei 2015

 

Khotbah Kisah Rasul 4:1-4, Minggu 26 April 2015

Renungan

Invocatio :
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Roma 5 : 9

Bacaan : Mazmur 23 (Responsoria); Khotba : Kisah Para Rasul 4 : 1 – 4 (Tunggal)

Thema : Kemujuran Orang Percaya (Keterkelinen Kalak Si Tek)


Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Seringkali terjadi dalam kehidupan kita bila ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi dalam kehidupan ini maka hal pertama yang muncul adalah perasaan tertolak. Dan sebagai akibat perasaan tertolak itu bisa saja muncul perlawanan-perlawanan unuk menunjukkan ketidaksukaan kita pada yang terjadi itu. Bisa kita lihat kembali pada situasi yang terjadi di Negara kita. Banyak hal yang kita lihat dan dengar berbagai macam kelompok atau organisasi yang bertikai yang diakibatkan karena ada perasaan “tidak dibela”, “sengaja dihancurkan”, dan macam-macam lagi. Bukan hanya di kelompok atau organisasi; di Negara kita juga terjadi hal seperti itu. Banyak kebijakan pemerintah yang “dianggap” tidak pro rakyat. Mereka pada akhirnya protes, demo, dan banyak lagi tindakan yang dilakukan.

Lebih lanjut: Khotbah Kisah Rasul 4:1-4, Minggu 26 April 2015

 

Page 1 of 49

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 45 guests online

Login Form