Khotbah Matius 25:1-13, Minggu 9 November 2014

Renungan

Introitus :
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. Matius 25 : 13

Bacaan : Amos 5 : 18 – 24 (Tunggal); Khotbah : Matius 25 : 1 - 13 (Tunggal)

Thema : “Bersiaplah”. (Ersikaplah)

Ketika tahun lalu terjadi erupsi Gunung Sinabung, setelah beberapa lama dan berkali-kali terjadi erupsi yang mengakibatkan terjadinya arus pengungsian hingga penutupan 5 desa di seputaran Gunung Sinabung; Salah seorang Pakar Gunung Berapi yakni Surono yang dikenal dengan Mbah Rono mengatakan bahwa erupsi ini belum berhenti. Dan terbukti bahwa apa yang dikatakannya itu bukanlah sebuah ramalan atau analisa bohong. Bulan Oktober yang lalu, kembali terjadi erupsi Gunung Sinabung. Yang ingin saya sampaikan di sini ialah pesannya kepada masyarakat di sekitar Gunung Sinabung yaitu “jangan lengah, waspada, kenali tanda-tanda dan senantiasa bersiap sedia”. Sehungga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka tidak aka nada korban akibat erupsi gunung itu.

Lebih lanjut: Khotbah Matius 25:1-13, Minggu 9 November 2014

 

Khotbah Mazmur 43:1-5, Minggu 2 November 2014

Renungan

Introitus :
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mzm. 42:6 )

Ogen : 1 Tesalonika 2:9-13 (Tunggal); Khotbah : Mazmur 43:1-5 (Responsoria)

Tema :
”Allah Sumber/tempat Pengharapan Kita (Dibata Ingan Pengarapenta)


Saudara-saudara didalam Yesus Kristus,
Ada sebuah lagu mengungkapkan “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain (Mzm 84:11) menunjukkan bagaimana kerinduan dan keyakinan pemasmur dekat bersama Allah. Keyakinan ini dinyatakan karena pengalaman bersama dengan Allah senantiasa lebih baik dari pada bersama atau ditempat lain. Pengharapan seperti ini tentu didasari keyakinan bersama dengan Allah senantiasa mendapatkan sukacita dan damai sejahtera.

Lebih lanjut: Khotbah Mazmur 43:1-5, Minggu 2 November 2014

 

Khotbah 1 Tesalonika 2:1-8, Minggu 26 Oktober 2014

Renungan

Introitus :
Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. (2 Kor.5:9).

Pembacaan : Mazmur 1:1-6; Khotbah : 1 Tes.2:1-8

Tema : Sifat-Sifat Pembawa Kabar Baik.

Pendahuluan :
(1) Saat membaca surat kepada jemaat Tesalonika ini, kita diajak untuk membayangkan suasana di sekitar tahun 51. Paulus merasa terganggu akibat pemberitaan palsu dan pengejaran terhadap jemaat Tesalonika yang telah dibinanya. Terlebih ketika peristiwa itu terjadi Paulus berada jauh dari jemaat binaannya tersebut. Memang Paulus sudah mengutus muridnya Timotius, namun laporan-laporan Timotius belum bisa menenteramkan hatinya. Ia masih ingin bertemu dengan jemaat Tesalonika untuk belajar bersama tentang nilai-nilai iman dan harapan dalam perjuangan selanjutnya.

Lebih lanjut: Khotbah 1 Tesalonika 2:1-8, Minggu 26 Oktober 2014

 

Khotbah Matius 22:15-22, Minggu 19 Oktober 2014

Renungan

Introitus :

“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar” (Mat. 13:7a).

Pembacaan : Yesaya 45:1-7 (Anthiponal); Khotbah : Matius 22:15-22 (Tunggal)

Tema : “Lakukanlah Tanggung Jawabmu!”

 

Pendahuluan

Hidup dan tinggal di tengah-tengah bangsa yang pluralis bukanlah mudah. Kita sendiri dapat melihat bagaimana gereja-gereja disegel, dirusak, dan dibakar. Bahkan pendeta sendiri dianiya oleh sekelompok yang menamakan diri sebagai orang yang takut dan taat akan Tuhannya. Salah satu yang menjadi pergumulan dan perjuangan dari PGI yakni bagaimana terjadinya keadilan yang seadil-adilnya di bumi Pancasila ini, khususnya kebebasan beribadah. Namun, hingga saat ini masih juga kita lihat bahwa masih banyak terjadi diskriminasi, aniaya, bahkan penindasan terhadap agama-agama yang minoritas. Tetapi, pernahkah kita bertanya mengapa ini terjadi? Di mana letak masalahnya? Apa yang menyebabkan ini terjadi?

Lebih lanjut: Khotbah Matius 22:15-22, Minggu 19 Oktober 2014

 

Khotbah Matius 22:1-14, Minggu 12 Oktober 2014

Renungan

Introitus :
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia (Wahyu 19: 7).

Bacaan : Yesaya 25 : 1 – 9; Khotbah : Matius 22: 1-14

Thema :
Bersiap dan jalani Kerajaan Allah (Ersikap dingen dahilah Kinirajan Dibata e)

(1) Saudara yang dikasihi Tuhan pernahkah saudara mendapat undangan untuk menghadiri suatu acara panting? Undangan pasta ulang tahun, pengucapan syukur, pesta pernikahan, atau pun undangan-undangan penting lain misalnya? Jawabnya pasti sering. Sadarkah kita ketika mendapatkan undangan itu artinya kita mendapat suatu penghargaan besar dari si pengundang?

Coba umpama bila yang mengundang itu adalah seorang jutawan. Maka biasanya orang yang diundang adalah orang-orang yang dianggap pantas untuk diundang. Mana mungkin kira-kira ia mengundang orang-orang buta, orang timpang, orang gembel, dsbnya

Bagaimana kira-kira andaikata kita sebagai orang biasa tau-tau mendapat undangan dari bapak Jokowi untuk hadir dalam pesta pelantikannya? Boleh jadi kita berkata: "mimpi apa aku semalam"?
Tentu kita pasti berupaya untuk datang karena peristiwa semacam itu tentulah suatu peristiwa yang tak terlupakan seumur hidup kita, sebuah kenang-kenangan yang berharga!

Lebih lanjut: Khotbah Matius 22:1-14, Minggu 12 Oktober 2014

 

Page 1 of 43

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 77 guests online

Login Form