Diakonia Transformatif: Bentuk Kepedulian Umat Allah

Artikel

J. C. Sikkel pernah mengatakan bahwa “The church can live without buildings, without diakonea the church dies”. Secara teologis ini berarti , bahwa diakonia adalah nafas gereja. Ia baru menjadi gereja bila ia melakukan diakonia.

Diakonia, jika dilihat dari segi karakteristiknya menghasilkan tiga model diakonia. Yang pertama diakonia karitatif, kedua diakonia reformatif, dan yang ketiga diakonia transformatif.

A. Diakonia karitatif ini adalah model diakonia yang secara tradisonal dilakukan oleh beberapa gereja sampai saat ini. Pelayanan gereja dalam model diakonia ini terutama pada tindakan-tindakan karitatif (amal). Ciri-ciri diakonia karitatif adalah:

Lebih lanjut: Diakonia Transformatif: Bentuk Kepedulian Umat Allah

 

Pembaharuan Hamba Tuhan sebagai Pembaharuan Jemaat

Artikel

PEMBAHARUAN HAMBA TUHAN SEBAGAI PEMBAHARUAN JEMAAT
Oleh : Vic. David A. Barus, S.Th
(GBKP BALIKPAPAN)

I. PENDAHULUAN

Berdasarkan analisis yang terjadi sekarang ini, telah terjadi krisis identittas dan integritas sebagai seorang hamba Tuhan (pendeta, penetua dan diaken), serta dapat disebutkan sudah berada pada tahap emergency dalam pelayanan di tengah-tengah warga masyarakat dan terlebih lagi warga jemaat. Hal ini telah berdampak negatif pada sebahagian warga jemaat yang tidak lagi menjadikan pendetanya sebagai seorang “gembala”, “pembimbing spiritual”, dan “tempat curhat kerohaniannya”. Dampak ini juga berakibat fatal pada jemaat, yang menjadikan sebagian besar warga jemaat pindah ke tempat (gereja) dan hamba Tuhan yang menurut mereka jauh lebih “profesional”, serta dapat menjawab sekaligus memberikan solusi atas pergumulan hidup yang mereka hadapi.

Lebih lanjut: Pembaharuan Hamba Tuhan sebagai Pembaharuan Jemaat

 

Kepemimpinan Pastoral dalam Visi dan Misi Gereja

Artikel

KEPEMIMPINAN PASTORAL DALAM VISI DAN MISI GEREJA
Oleh : Vic. David A. Barus, S.Th

I. Pendahuluan
Kepemimpinan Pastoral Kristen dalam kaitannya dengan visi dan misi gereja harus dilihat berdasarkan Alkitab, mesti dilihat sebagai kepemimpinan yang melayani persekutuan umat Allah dalam arak-arakan melintasi dunia menuju akhir yang jelas dalam perspektif ekskatologis yang sudah tiba dan akan digenapi. Karena itu sosok yang paling dibutuhkan dan tepat adalah sosok seorang gembala, yaitu Yesus. Dalam kehidupannya, Yesus bukan hanya melaksanakan amanat Bapa-Nya akan tetapi lebih dari hal itu, Ia memiliki visi dan misi yang jelas bagi umat manusia dan juga gereja-Nya.

Lebih lanjut: Kepemimpinan Pastoral dalam Visi dan Misi Gereja

 

Baptisan Percik Dan Baptisan Ulang

Artikel

Isu Baptisan Percik Dan Baptisan Ulang

“Baptism is an unrepeatable act. Any practice which might be interpreted as ‘re-baptism’ must be avoided.” (WCC, Baptism, Eucharist and Ministry, 1982, no. 13)

“Oleh karena itu, di dalam menerima perpindahan keanggotaan gereja dari warga gereja di lingkungan PGI, kami tidak melakukan pembaptisan ulang, melainkan hanya mengumumkannya di dalam kebaktian jemaat.” (PGI, Piagam Saling Mengakui dan Saling Menerima, 1989, Bab V)

Baptisan Kudus sebagai Tanda dan Meterai

Di dalam gereja-gereja Protestan arus utama, baptisan kudus merupakan satu dari dua sakramen yang diakui. Sakramen yang lain adalah perjamuan kudus. Sakramen diyakini sebagai tanda dan meterai keselamatan dari Allah. Sebagai tanda dan meterai, sakramen tidak memiliki efek keselamatan pada dirinya sendiri. Allahlah yang menyelamatkan melalui anugerah-Nya. Namun, keselamatan yang dianugerahkan itu memerlukan tanda yang kelihatan dan meterai yang membuktikan keselamatan tersebut. Dan itulah fungsi dari sakramen. Atau dengan meminjam kata-kata Agustinus, yang juga dipakai oleh Calvin, sakramen adalah “tanda yang kelihatan dari anugerah yang tak kelihatan” (visible form of an invisible grace).

Lebih lanjut: Baptisan Percik Dan Baptisan Ulang

 

GEREJA YANG HIDUP DALAM PERSEKUTUAN

Artikel

GEREJA YANG HIDUP DALAM PERSEKUTUAN
oleh: Jobta Tarigan
(Pertua di GBKP Rg.Pontianak-Kalimantan Barat)

Dalam tulisan sederhana ini dicobakan untuk memberikan penyegaran kembali kepada sidang pembaca bahwa Gereja adalah sebuah persekutuan yang sangat berbeda dengan organisasi duniawi lainnya.Gereja berbeda dengan Serikat Tolong Menolong (STM),Gereja berbeda dengan “Persadaan Merga-merga”,bahkan Gereja berbeda dengan Negara dan Politik dan sebagainya.Dalam tulisan sederhana ini pula diulas sedikit tentang Gereja sebagai persekutuan,pentingnya persekutuan, cara memeliharanya.Karena kata “persekutuan” tidak ada pada organisasi dunia yang kita sebutkan diatas.Sehingga kata tersebut adalah salah kata kunci bagi Gereja bahkan sangat penting.Baik pula sedikit diulas tentang Gereja tersebut dari aspek sosiologis dan teologis sebagai bentuk dari apa yang kita sebut persekutuan tersebut.Sehingga diharapkan kita mengetahui bahwa Gereja bukan berasal dari dunia tetapi berada dalam dunia.Untuk itu mari kita mulai dengan menelisik pengertian gereja menurut Kitab Suci/Alkitab.

Lebih lanjut: GEREJA YANG HIDUP DALAM PERSEKUTUAN

 

Page 1 of 3

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 86 guests online

Login Form