Khotbah Pekan

Pekan Penatalayanan Wari VII, Filipi 1:20-26

Renungan

Invocatio :
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata : “Siapakah yang akan
Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
(Yesaya 6:8)

Ogen :
Yohanes 21:15-18

Tema :
Aku Ikut Mengambil Bagian Sebagai Pelayan Tuhan (Kubuat
Baginku Selaku Aron Dibata)
 
Pengantar
Kehidupan di dunia ini pasti akan diperhadapkan dengan dua hal, yaitu kehidupan dan kematian. Paulus, sebagai seorang rasul Kristus, ketika diperhadapkan dengan hal ini mengatakan bahwa “Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.” Saat menulis surat Filipi, Paulus berada dalam penjara. Ia tidak tahu apakah kemudian akan selamat, ataukah harus mati di penjara. Namun, baik mati maupun hidup sama baiknya bagi Paulus. Mengapa Paulus dapat memiliki keyakinan seperti itu? Apakah hidup Anda juga untuk Kristus ?
Melalui Filipi 1:20-26, kita akan berupaya untuk memahami kehidupan setiap orang yangpercaya kepada Tuhan.
 
Tafsiran : Filipi 1:20-26
Ayat 20 “Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku
dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sedia kala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku”
Pengharapan Paulus adalah bahwa ia tidak akan dipermalukan. Paulus merasa pastibahwa dalam Kristus ia menemukan keberanian untuk tidak merasa malu karena Injil, melalui Kristus pekerjaanNya dapat menjadi berguna bagi semua orang. J. B. Lightfoot menulis, “Hak untuk berbicara adalah tanda pengenal, hak istimewa dari pelayan Kristus.” Berbicara tetang kebenaran dengan penuh keberanian bukan hanya hak istimewa pelayan Kristus, tetapi juga menjadi kewajibannya.
 
Karena itu, bila Paulus memakai kesempatannya secara berani dan efektif, Kristus akan dimuliakan di dalam dia. Tidak menjadi masalah apa yang terjadi pada dirinya. Bila ia mati, ia akan menerima mahkota seorang martir. Bila ia hidup, ia akan memiliki kesempatan dengan hak istimewanya untuk terus memberitakan dan bersaksi bagi Kristus. Seperti yang diungkapkan olehEllicott, bahwa Paulus sesungguhnya sedang berkata, “Tubuhku adalah gedung teater dimana kemuliaan Kristus sedang dipertontonkan.” Inilah tanggungjawab orang Kristen yang cukup penting. Sekali kita telah memilih Kristus, melalui seluruh hidup dan tindakan kita membawa kemuliaan, atau justru mempermalukan namaNya. Seorang pemimpin dinilai dari pengikutnya
dan Kristus dinilai dari kita.
 
Ayat 21-22 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Ketika dalam penjara Paulus menantikan pemeriksaan perkaranya. Ia menghadapai dua kemungkinan, yaitu hidup atau mati. Namun, kemungkinan manapun baginya tetap sama.
 
“Hidup adalah Kristus”. Bagi Paulus, Kristus adalah awal kehidupannya sebab pada hari ketika ia berjalan ke Damaskus, ia memulai hidup yang baru. Kristus adalah hidup baru yang ia jalani. Tak satupun hari dijalani Paulus tanpa kehadiranNya dan dalam saat-saat yang menakutkan, Kristus hadir disana untuk menghiburnya (Kis. 18:9,10). Kristus adalah tujuan hidupnya sebab dihadiratNya yang kekal Paulus mengarahkan seluruh hidupnya. Kristus adalah inspirasi bagi kehidupan; IA juga dinamika dalam kehidupan. Bagi Paulus, Kristus telah memberi tugas kehidupan karena Dialah yang mengangkat Paulus menjadi rasul dan mengutusnya sebagai pengabar Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Bagi Paulus, Kristus telah memberi kekuatan untuk menjalani hidup sebab kasih karunia Kristus yang serba mencukupi, telah menyempurnakan kelemahan Paulus. Baginya, Kristus adalah upah kehidupan karena upah satu satunya yang berarti adalah hubungan yang semakin dekat dengan Tuhannya. Apabila Kristus direnggut dari hidupnya maka bagi Paulus hidup ini menjadi tidak berarti apa-apa.
 
“Mati adalah keuntungan.” Kematian adalah pintu masuk ke hadirat Kristus yang makin dekat. Di sini, Paulus melihat bahwa kematian adalah sebagai kepindahan segera ke dalam hadirat Tuhan. Bila kita percaya kepada Yesus Kristus, kematian merupakan persekutuan (union) dan persekutuan kembali (reunion); persekutuan dengan Dia dan persekutuan kembali dengan mereka yang kita kasihi dan mereka yang pergi meninggalkan kita untuk sementara.
 
Orang percaya yang sejati, yang hidup di tengah-tengah kehendak Allah, tidak perlu takut terhadap kematian. Mereka mengetahui bahwa Allah mempunyai maksud untuk kehidupan mereka dan bahwa kematian, bila itu datang, hanya merupakan akhir tugas mereka di dunia dan awal kehidupan yang lebih indah bersama Kristus.
 
Hidup atau mati: demi dan dalam Kristus. Inilah kerinduan terdalam Paulus, yaitu bahwa hidup atau matinya untuk mempermuliakan Kristus. Karena hubungannya dengan Kristus sedemikian akrab maka kondisi-kondisi yang berubah-ubah tidak mempengaruhi kesetiaannya, kualitas kerohaniannya maupun kobaran semangat pelayanannya. Sebaliknya penderitaan adalah kesempatan untuk mengalami keindahan persekutuan Kristen lebih dalam  dan membuat ia lebih berharap berjumpa Kristus. Untuk Paulus hidup atau mati tidak masalah. Yang penting dalam pengalaman mana pun, ia tetap menyatakan Kristus dan ia ingin memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi jemaat Tuhan. Alangkah hebatnya pengaruh orang-orang yang berprinsip sama dalam kualitas pelayanan gerejani kita. Kiranya Roh Allah mengaruniakan kita prinsip hidup yang sama dengan Paulus.
 
Ayat 23-26 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-
sama dengan Kristus --itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada
kamu.
Paulus berada diantara dua pilihan. “Aku didesak” katanya “dari dua pihak”. Kata yang digunakan adalah senekhomai, kata yang akan dipakai oleh pengembara ketika berada di jurang yang sempit, dan dinding batu pada kedua sisinya, tak sanggup lagi berputar arah selain hanya dapat berjalan terus. Paulus sesungguhnya ingin pergi supaya tinggal bersama Kristus; namun demi kawan-kawannya dan demi apa yang dapat dilakukannya bersama untuk mereka, ia ingin tetap tinggal di dunia. Lalu muncullah pikiran bahwa pilihannya tidak tergantung pada dirinya,tetapi pada Allah.“Aku ingin pergi”, kata Paulus. Kata “pergi” yang dipakai di sini adalah analeuin.
 
1. Kata yang digunakan untuk merobohkan tenda, mengendorkan tali-tali yang mengikatnya, mencabut pasak-pasaknya, dan meneruskan perjalanan. Jadi, kematian adalah “meneruskan perjalanan”. Tiap hari merupakan hari per-arak-arak-an yang semakin dekat ke rumah hingga akhirnya perkemahan dalam dunia ini dibongkar dan ditukar dengan tempat tinggal yang permanen dalam dunia kemuliaan.
 
2. Kata ini juga digunakan untuk mengendorkan tali-tali kapal, mengangkat jangkar dan mengembangkan layar. Kematian adalah layar terkembang. Di dalam kematian, kita berangkat menuju pelabuhan kekal untuk tinggal bersama Allah.
 
Adalah keyakinan Paulus bahwa ia akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan mereka. Kerinduan Paulus untuk hidup bukanlah demi dirinya sendiri, melainkan demi mereka yang seterusnya ingin ia bantu. Apabila Paulus dibebaskan untuk datang menjumpai mereka lagi, mereka akan memiliki dirinya sebagai alasan untuk menjadi bangga dalam Yesus Kristus. Maksudnya, mereka dapat memandang dia dan melihat dalam dirinya suatu contoh bagaimana, melalui Kristus, seorang dapat menghadapi keadaan yang paling buruk dan tidak gentar. Merupakan tugas setiap orang Kristen untuk meyakini bahwa orang sanggup melihat apa yang dapat dilakukan Kristus bagi orang yang telah memberi hidupnya kepadaNya.
 
Jadi, bagi Paulus persoalannya bukan mati atau hidup, asalkan kedua-duanya memuliakan Tuhan. Di satu sisi memang kematian akan menyelesaikan perkara penderitaan dan kesusahan di dunia ini. Kematian berarti permulaan dari menikmati secara penuh persekutuan keselamatan yang telah Kristus kerjakan. Namun, di sisi lainnya Paulus melihat kebutuhan dan sekaligus panggilan Tuhan untuk tetap berkarya di dalam dunia ini. Paulus melihat kebutuhan konkrit jemaat Filipi dan pelayanan mereka. Oleh sebab itu Paulus memutuskan untuk taat pada kehendak Allah yaitu tinggal di dalam dunia ini untuk hidup menghasilkan buah. Kematian bukan pelarian bagi Paulus. Selama ia hidup, ia harus memberi buah: menjadi berkat bagi orang-orang yang kepadanya Tuhan pertemukan. Kalau tiba waktunya kematian menjemput, Paulus tahu ia akan ke sorga mulia. Namun, sekarang selagi ia hidup berarti bekerja dan melayani Tuhan.
 
Aplikasi
Ada sebuah kisah yang dapat menolong kita untuk memahami tentang kehidupan sebagai seorang yang sudah hidup dalam Kristus. Kisah tetang seorang pemahat dari Perancis, Dannecker, terkenal karena karyanya yang menampilkan Ariadne dan dewi-dewi Yunani lainnya. Suatu kali ia terdorong untuk mencurahkan segenap energi dan waktunya untuk menghasilkan sebuah adikarya. Ia bertekad untuk mengukir sosok Kristus. Dua kali usahanya gagal sebelum  akhirnya berhasil memahat patung Kristus secara prima. Karyanya begitu elok dan agung, sehingga setiap orang yang memandangnya sangat begitu mengaguminya.
 
Suatu kali ia menerima undangan dari Napoleon. "Datanglah ke Paris," kata Napoleon. "Tolong ukirkan bagi saya patung Venus untuk ditempatkan di Louvre." Dannecker menolak. Jawabannya sederhana, namun telak: "Tuan, tangan yang pernah memahat Kristus ini tak akan dapat lagi memahat dewi kafir."
Sosok Kristus yang sejati, adikarya yang sesungguhnya, juga telah "dipahat" di dalam diri setiap anak Tuhan. Kita dipanggil untuk menanggalkan manusia lama yang duniawi dan mengenakan manusia baru yang rohani. Kalau dahulu kita "diukir" menurut pola pikir duniawi yang cenderung egois dan merusak, sekarang kita tengah "ditatah" untuk menjadi manusia baru, serupa dengan karakter Kristus. Proses pembentukan ini berlangsung melalui ketaatan kepada pimpinan Tuhan. Sehingga dalam kehidupan kita akan mampu menyatakan bahwa dalam kehidupan ini “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Mendorong kita ketika menjalani kehidupan di dunia ini, maka seluruh pengabdian hidup kita hanyalah bagi kemuliaanNya.
 
Dalam situasi kehidupan yang bagaimanapun Paulus tetap berkomitmen untuk melayani Tuhan, bahkan dalam penjara sekalipun, ia tetap melayani Tuhan. Tidak ada satu hal apapun yang membuatnya kendor ataupun patah semangat untuk melayani Tuhan. Meskipun diperhadapkan dengan kematian sekalipun, ia tetap setia ikut ambil bagian dalam pelayanan kepada Tuhan. Hal ini terjadi karena Paulus menyadari bahwa “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)
 
Demikian juga halnya dengan Yesaya seperti yang disampaikan dalam introitus, yang mengatakan : Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata : “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku : “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8). Pengenalan yang sungguh kepada Tuhan, membawanya hidup untuk melayani Tuhan sehingga ia mengatakan “Ini aku, utuslah aku”.
 
“Tuhan, engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau”, demikian yang disampaikan oleh Yohanes dalam Yohanes 21:15-18. Kata Yesus kepadanya “Gembalakanlah domba-dombaKu”.
 
Sebagai seorang yang percaya kepada Kristus maka menjadi suatu sukacita yang besar untuk melayaniNya, ikut ambil bagian dalam pelayanan kepada Tuhan. Memberikan warna yang berbeda dalam kehidupan. Ketika ada banyak terjadi pertikaian, maka kita menjadi pendamai. Ketika banyak terjadi kejahatan, maka kita menjadi pembawa kebenaran.
Selamat Melayani Tuhan.
Pdt. Chrismori Br Ginting, S.Pd, S.Th
GBKP Runggun Yogyakarta
 

Pekan Penatalayanan Wari VI, I Petrus 2:11-17

Renungan

Invocatio :
“Erdahinlah guna kiniulin kuta-kuta ku ja kam enggo Kubuang jadi tabanen. Ertotolah guna keperlun kuta e sabab adi sikap ia kam pe ikut sikap" (Jeremia 29:7). 
 
Ogen :
Matius 5:13-16
 
Tema :
“Aron Dibata Si Muat Bagin I Bas Masyarakat, Bangsa Ras
Negara”
 
 
Bena kata
I Kalimantan Barat, pernah lit cakap penduduk asli man kalak kristen pertandang ras gereja-gereja si ibaba kalak pertandang nina: "Reh kam ku kuta kami enda, ibabandu koper galang si kosong, iisindu dem alu kinibayaken kami, kenca bage ibabandu mulih ku kuta asalndu, kerna si e labo min iakap kami dalih sabab la kin kami ngasup ngkelola kinibayaken kuta kami. Si sedih iakap kami reh kam labo koper e saja ngenca ibabandu tapi ibabandu ka gerejandu, ma banci min ndai kita ersada ibas gereja si lit ijenda?!" Pernyatan "penduduk asli" nandangi kalak pertandangn si reh ku Kalimantan Barat e merupaken gambaren kegagalen kalak pertandang mpersadaken diri ras anak kuta "penduduk asli", kegagalen kalak si tek jadi sira ras terang si mere kedamen, sebab kalak si reh e hanya ndarami keuntungen ras kemajunna saja, la iperjuangkenna kemajun kuta e. Melala ije tambang emas tapi pemilik tambang e pendatang. Melala ibuka perkebunen sawit tapi si pengelolana penduduk pendatang, ras sidebanna. Erkite-kiteken penduduk asli la terangkatken ekonomina ras status sosialna, e maka rusur terjadi konflik erkite-kiteken kekecewan "penduduk asli" e. Keberadan kehadiren kalak si tek ras gereja pertandang ipertanyaken, sebab la mbaba kemakmuren ras kemajun.
 
Pembahasen teks
Surat Rasul Petrus enda i isehkenna man kalak Jahudi si nggeluh i daerah pertandang i daerah Pontius, Galatia, Kapodokia, Asia Kecil ras Britinia e me wilayah si pendudukna umumna musil. Kalak kristen si erlatar belakang Jahudi e me kalak si rajin erdahin, e maka tingkat kemajun ekonomina lebih mehuli asa kegeluhen penduduk i daerah pertandang e. Erkiteken si e mungkin lit kecemburun, pengaloken masyarakat kurang mehuli, e maka erkiten sitik masalah saja banci terjadi konflik. Guna kiniulin perpulungen kalak si tek e ras kemajun masyarakat i daerah pertandang e Petrus menata kegeluhen perpulungen kalak si tek.
 
Ibas 1 Petrus 2:9-10, Petrus alu jelas ras tegas ngataken status kalak si tek e me selaku imam-imam Raja, bangsa sikerajangen Dibata, anak anak Dibata si ipilih ras itugasken guna meritaken perbahanen perbahanen Dibata si mbelin. Kalak si tek eme rarasen Dibata si ipilihna guna ngenanami perkuah ate Dibata. Kalak si tek e la i pedarat Dibata, la iasingken Dibata ibas doni enda nari tapi iutusna bengket ku bas doni. Kalak si tek perlu tetap menyadari maka dirina e me anak pilihen ras si enggo ngaloken perkuah ate Dibata gelah keberadanna megegeh ngalaken kerina bentuk tantangen, perlawanen entah penolaken.
 
Petrus ngataken keberadan kalak si tek ibas doni enda ngongsi saja kap ngenca, doni enda ingan persinggahen saja kap ngenca. Bicara i andingkenken bagi kalak si erdalan, doni enda labo tujun kalak sitek tapi surga kap tujun si tetap. Tapi sedekah ibas doni enda kalak si tek ngadapi ancamen godan kesenangen doni. Sura-sura daging megegeh kal nggoda kalak si tek naluken peraten tendi. Sedekah singgah ibas doni enda lit kap tanggung jawab si arus i dalanken, mpertahanken keselamaten ras mpetandaken geluh kalak si selamat alu ncidahken perbahanen si mehuli. Ngelakoken perbahanen si mehuli pasti ndatken untung, perbahanen si mehuli e jadi pembela ibas sada paksa adi kalak si tek ipersalahken-iperkaraken (ifitnah) anak-anak doni enda. Sedekah ibas doni kualitas kebenaren kalak si tek ula min erkurang erkite-kiteken tergoda kesenangen peraten daging.
 
Kerina kalak kristen labo banci pulah ibas tugas ndalanken amanat agung Yesus (Mat. 28:19-20). Kalak Kristen si erlatar belakang Jahudi si nggeluh ibas perantauan e pe labo banci pulah ibas tugas pemberitan injil, tapi labo lit itugasken man bana guna maksaken kalak ibas mberitaken berita si meriah. Langa pe iberitakenna berita si meriah erkite-kiteken kesenjangen ekonomi kehadirenna itulak ras imusuhi penduduk negeri e. Petrus ngajarken kalak si tek e nggeluh alu ndahiken keselamatenna gelah ia selamat ibas negeri kalak, ngena ate kalak man bana, gelah adi sada paksa "anti Kristus" ngaduken kalak si tek ku pengadilen kalak si tek e la terpersalahken sebab la kin lit kesalahenna. Kalak si tek e iajarken gelah patuh ras hormat man pemerentah; man raja, gubernur-gubernur.

Ibas 1 Petrus 2:5 isuratken Petrus "Rehlah kam bagi batu-batu si nggeluh janah berelah min dirindu ipake guna majekken rumah pertoton kesah. I bas ingan e me kam erdahin jadi imam-imam si badia, guna mpersembahken man Dibata persembahen pertendin si ngena ate Dibata erkelang-kelangken Jesus Kristus". Keberadan kalak kristen i daerah perantauan merupaken pengelebuh ras pengutusen ibas Dibata nari. Sura-sura Dibata arah keberadan kalak si tek i daerah perantauan e gelah jadi pasu pasu ras pantek min gereja si megegeh ras tetap ukur erpenembahen man Dibata.
 
Pemberitan
Kalak Jahudi e me bangsa si mbages kal kekelengenna ras ngena atena (fanatik) man negerina. Erkiteken si e Petrus ngajuk ras ngajarken kalak Jahudi gelah keleng ras erngena min atena nandangi negeri inganna ngeranto. Kininggiten (keterbebanan) mbangun negeri ingan ngeranto e banci turah adi mbelin kekelengen ras ngena atena, e maka banci ilaksanakenna tanggung jawabna sebage warga negara si terbeben guna mbangun kuta inganna tanding, labo sekedar pertandang si singgah saja si kentisik waktu nari berkat ka nerusken perdalanenna.
 
Kalak si tek itengah tengah negeri inganna ngeranto ula min ikuasai kebiaren-kebiaren entah pe tempa-tempa mehuli sebab keberadan kalak si tek e labo tertawan tapi sebage bangsa si merdeka. Tunduk ras hormat man pemerentah ilakoken arus min alu dasar erkite-kiteken erkiniteken man Tuhan (ay.13), sabab pemerintah e me wakil Dibata ibas doni enda.

Adi militer erjuang alu persenjatan perang si lengkap, tapi kalak si tek erjuang alu senjatana si ampuh e me perbahanen si mehuli ras kegeluhen si la erpandangen. "Kerina batang kayu itandai arah buahna" (Luk 6:44). Perbahanen si mehuli e me buah kiniteken man Dibata.
 
Kinibayaken ras kemajun-kemajun si idatken kalak si tek arus min jadi alatna guna mensejahteraken kuta inganna tading. Itengah-tengah bangsa si musil ras melarat, ula min kalak si tek ncidahken kinibayaken ras kehebatenna tapi ibagikenna min kelebihenna e gelah ernanam man kalak si deban.

Kalak si tek ula min nggeluh ibas ketaaten si kaku, tapi nggeluh min iteruh pimpinen kuasa Kesah si Badia. Mehamat man kerina manusia, erkeleng ate man teman sada kiniteken, erkemalangen man Dibata, janah mehamat man raja merupaken wujud ketaaten ibas ingkar diri ras nehken kehamaten si meganjangna.

Cara kalak si tek nehken penghormaten, kekelengen ras penghargan man bangsa ras pemerentah arus min bagi Yesus ngkelengi ras ngergaken manusia; aminna pe manusia e dem alu dosa tapi kekelengen Yesus tetap kap. Penghormaten, keleng ate ras penghargan man negara ras pemerentah labo erkite-kiteken mehuli perbahanen negara ras pemerentah, tapi erkite-kiteken kalak si tek e mehuli ras ertanggung jawab.
 
Pdt. Ekwin Wesly Ginting Manik
GBKP Runggun Sitelusada
 

Pekan Penatalayanan Wari V, I Korinti 3:5-9

Renungan

Invocatio :
“Mulihken Elisa, ibuatna lembu penenggalana ndai duana, igelehna. Alu make tenggalana e jadi rantingna, itanggerkenna daging lembu e, jenari iberekenna ipan kalak ndai kerina. Kenca bage berkat ia ngikutken Elia jadi suruh-suruhenna” (1 Raja-Raja 19:21). 
 
Ogen :
Keluaren 17 : 8 – 16

Tema :
“Aron Dibata Si Muat Bagin Ibas Pelayanen Gereja”.
 
 
• Biak perpecahen ras serap-serap eme tanda-tanda medoni ras medanak ibas kiniteken. Tanda-tanda enda megati denga teridah ibas gereja, persaingen ras perselisihen la terambati. Tentuna ibas litna kalak si dewasa ibas kiniteken, megati empersada mulihi kiniersadan siterbelah ibas gereja. Tapi la terbantahken maka lit denga ka sierbahan persoalen lebih rumit ras empebelin masalah. Alu bage jelas kebutuhen gereja nandangi kalak si dewasa ibas pengertin ras kiniteken. Entah pe proses pendewasan kiniteken tetap iperluken ibas gereja, alu pengangkan si lebih mbages kerna tujun Dibata.

• Perpulungen Korinti erpengakap maka enggo meganjang pemetehna ras ngagahken diri. Carana eme ngataken dirina selaku golongen/ pengikut Apolos entah pe ngataken dirina selaku golongen/ pengikut Paulus. Pengikut Apolos empeganjang Apolos ras empeteruk Paulus. Pengikut Paulus empeganjang Paulus ras empeteruk Apolos. Maka nina Paulus, “ise kin Apolos? Ise kin Paulus?” Duana radu-radu pelayan entah pe persuruhen Tuhan ngenca. Apolos ras Paulus labo bertentangen entah pe bersaing, duana ngelakoken perentah Tuhan. Paulus isuruh Tuhan guna nuan, Apolos isuruh Tuhan guna niramsa, siempeturahsa eme Dibata. Adi la ipeturah Tuhan maka sia-sia pendahin Paulus ras Apolos. Erkiteken perkuah ate Tuhan maka Paulus ras Apolos erdahin selaku alat ibas tan Dibata. Jadi siterpenting ras siterutama eme Dibata, emaka ula kel Apolos tah Paulus ipebelin ras ipujiken, sebab pujin ras kehamaten sikerajangen Dibata.

• Paulus ngidah maka biak perpulungen Korinti siempebelin Apolos tah pe Paulus jine la lit gunana, tah pe encedai kiniersadan ras ngambati pendahin Tuhan. Perpulungen arusna empeteruk diri kubas tan Tuhan sierkuasa, ngidah maka Tuhan me ulu sinasana. Tanpa Tuhan labo lit ertina Apolos ras Paulus, perpulungen Korinti eme sikerajangen Tuhan, labo sikerajangen Apolos tah pe Paulus. Perpulungen Korinti eme juma Dibata tah pe bangunen Dibata.

• Paulus ngataken “kami sada aron ndahiken dahin Tuhan”. Apolos ras Paulus eme alat Dibata guna erdahin ibas juma tah pe bangunen Dibata. Masing-masing lit bagin ras tanggungjawabna ibas perpulungen Korinti. Kerina sierdahin ibas gereja perlu arih-arih ras berbagi tugas bagi sini lakoken Musa ras Josua, lit team doa ras lit team kerja. Dua-duana iperluken ras penting, adi sembelah ngenca uga pe cengkal.

• Gerejanta GBKP menerapken prinsip “kolektif-kolegial”, la pake sistem hierarki tapi ras-ras ndahiken dahin. Kiniersadan sienteguh nentuken pendahin gereja, emaka kiniersadan perlebe sijadi perayaken bersama. Labo lit kompetisi tah pe persaingen ibas gereja, kerina arus erdalan ras erdahin bersama ibas gereja. Gereja perlu bersinergi, empersada gegeh ras saling menopang ibas mbaba visi ras misi sinibereken Tuhan man gereja-Na.

• Tugas ras tanggungjawabta pelain, tapi tujunta seri. Ula min masing-masing kita erbahan agenda ras perayaken rikutken perukurenta masing-masing, tapi persada perukuren kempak Tuhan. “Ola ibahanndu kai pe erpalasken kerangapen, ntah si erpalasken ukur meganjang. Tapi peteruklah ukurndu sekalak nandangi si debanna. Ola kal iakapndu ulin kam asangken kalak si deban” (Pilipi 2:3). Kerangapen nandangi kuasa, peganjangken diri, kerina enda labo mbabai kiniulin. Biak meteruk ukur ras ngukuri kiniulin kalak sideban nge siperluken.

• Secara teori dalan kiniersadan menukah, tapi ibas empraktekkenca mesera. Kiniersadanta megati iuji alu permasalahen-permasalahen sikompleks. Megati lanai kita ersada ibas endungi permasalahen, justru kita jadi beda prinsip ras berseberangen. Piahna lanai kita fokus kempak masalah, kita fokus kempak personalna, nandangi ise simehulina ras simerandalna. Bagi tempa lit kalak si la mehuli ibas gereja, sikataken me arah 12 ajar-ajar Tuhan Jesus, lit sekalak Judasna; maka siakap kalak sideban Judas, labo sievaluasi dirinta. Ula pendahin kalak sipandangi, padahal mungkin aku nge si lenga erbahan siberarti man kalak sienterem. Galatia 6:3 “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri”. Ula sijuruken dirinta jine alu pengakap-pengakapta, kerina kita perlu nulih kempak Kata Dibata.

• Biak oposisi, mengkritisi kebijaken sinibahan pengurus, menjurus kempak ndarami kesalahen ras kelemahen. Musyawarah ngawan jadi arena penghakimen. Lanai lit keriahen ibas ngerunggui dahin, lit sipuas akapna mulih, lit sikote mulih erkiteken isalahken sienterem. Kita perlu erlajar ngerana guna membangun labo guna ngeruntuhken. Epesus 4:29 “Adi kam ngerana ola sitik pe belasken cakap si la erturi-turin. Tapi kata-kata si ergunalah belasken, si banci nampati kalak si deban rikutken perluna, gelah kata-katandu e maba kiniulin man si megisa”. Sijadi baginta kerina eme guna nampati pendahin Tuhan. Galati 6:2 “Sisampat-sampatenlah kam i bas maba baban geluh enda. Alu bage isehkenndu kap Undang-undang Kristus”. Kita enggeluh ibas persadan ras Jesus Kristus, maka lit baban bersama sinirasken mbabasa. Kerina kita erdahin guna Kristus ras ertanggungjawab man Kristus.

• Kita kerina idilo Tuhan guna bengket kubas persadan kalak sierkiniteken man Tuhan. Tuhan Jesus me Kepala ras pemilik gereja sindilo kita guna erdahin man gunaNa. La lit kepentingen pribadinta sekalak-sekalak siman perjuangkenken. Paradigma sinipake ibas gereja labo paradigma kekuasan tapi paradigma pelayanen. Kalak simedoni ngayaki segelah jadi penguasa tah jadi pengusaha, tapi ibas invocationta siidah maka Elisa nadingken kuasa ras usahana, iendeskenna dirina, ikutkenna Elia guna ngelai Tuhan. Kalak singelai guna ndarami pujin manusia situhuna labo ngelai Tuhan tapi ngelai dirina jine (igerakken ambisi pribadi), mbabai kalak sienterem terpusat kempak dirina (menjadi penguasa dan pengusaha). Bage pe kalak-kalak siterkesan ras terpesona nandangi sekalak pelayan gereja, erbahan bagi tempa la lit ertina serayan sideban.

• Selaku serayan Tuhan, ula kel kita sipandangen ras membanding-bandingken pendahinta, bagi tempa lit si lebih mulia ras lebih agung. Adi manusia nge sinipujiken ras ipeganjang maka gereja e lanai bo bangunen Dibata. Emaka selaku perpulungen, ula kel terpesona nandangi sekalak serayan erkiteken ia pas kel bagi ukurndu, serayan sideban ijurukenndu erkiteken pelayanenna la bagi sini arapkenndu. Perlu siinget maka ibas erbahan sada bangunen iperluken enterem tukang: tukang kayu, tukang batu, tukang listrik, tukang pipa ras sidebanna. Kerina tukang e erdahin ras-ras. Adi tukang kayu ngerana man tukang batu, “kami la perlu kam ras la kita perlu kerjasama”, alu bage labo terbangun bangunen sienteguh. Sada nge bangunen e alu makeken melala tenaga ahli, kerina pendahin e arus terhubung sada ras sidebanna.

• Perpulungen eme juma Dibata si arusna mbereken ulih erbuah meramis. Paulus ipake Tuhan guna nuanken benih Kata Dibata, Kata Dibata e rehna arah Dibata nari, Paulus terjeng ngamburkenca. Kenca bage reh Apolos guna niramsa, sini siramna eme Kata Dibata si enggo iamburken Paulus, segelah Kata Dibata e bertumbuh ras erbuah. Itimai me paksa juma e mbereken ulih peranin. Mamang ateta adi perubaten ras perjengilen me ulihna; sebab labo senuan perjengilen ras perubaten siniamburken ras sini isiram. Ibas gereja si arusna mbereken buah kekelengen, kemeteruken ukur, kiniulin, perkuah ate; kerinana singerakut kiniersadan. Masing-masing mbereken kontribusi guna kemulian gelar Tuhan. Nehenlah baginta masing-masing dingen dahikenlah alu tutus ras setia segelah Tuhan singatakenca kam persuruhen simehuli. Amin.
 
 
Pdt. Sura Purba Saputra, M.Th
GBKP Runggun Harapan Indah
 

Pekan Penatalayanan Wari IV, Mazmur 128:2-6

Renungan

Invocatio :
“Nina TUHAN man Nuah, "Bengketlah kam ras kerina keluargandu ku bas kapal e. Sada kam nari ngenca i bas doni enda erbahan si mehuli Kuakap” (Kejadin 7:1).
 
Ogen :
Kejadin 19:12-22
 
Tema :
Aron si muat bagin ibas Jabu ras sangkep nggeluh
 
 
Perlebe
Kita nggo memasuki tahun baru 2017, kai saja nge pengalamen si enggo si bentasi? Pastina, pengalamen bagi ukur ntah la bagi ukur, lit meriah lit ka susah. Lit sehat lit ka sakit. Tapi kai pe pengalamen si bentasi Tuhan tetap ngarak-ngarak kegeluhen manusia. Tuhan hadir dalam setiap pengalaman hidup manusia. Ibas sibenaken kegiaten-ta tahun enda sibengketi pekan penatalayanen wari pe-empat-ken alu tema kita aron si muat bagin ibas jabu ras sangkep nggeluh.
 
Isi
Aron adalah sebuah konsep kerjasama ras sisampat-sampaten ibas masyarakat Karo subuk ibas ngalaken ancamen arah darat tah guna ndahiken dahin. Aron berasal dari kata “sisaron” (saling membantu) diwujudkan dalam kelompok kerja orang muda atau dewasa mulai dari 6-24 orang dalam satu kelompok.

Ibas bahannta sendah kita erlajar arah dua keluarga si ipake Dibata jadi aron:
1. Nuh eme kalak si mehuli janah lalit kesalahenna. Ia erdalan ibas dalan Dibata (Kej.6:9-10). Erkiteken tupung masa kegeluhen Nuh, manusia enggo jahat i lebe-lebe Dibata. Nembeh ate Dibata emaka ikernepken kerina manusia alu banjir si mbelin. Isuruh Dibata Nuh erbahan sada kapal sinteguh. Ia ras keluargana iselamatken Dibata arah banjir si mbelin nari.

2. Lut. Ibas masa kegeluhen Lut pe ije iidah Dibata maka manusia nggo jahat, perbahanen simelket; dosana nggo seh belinna. Emaka reh malaikat Tuhan ndahi kuta Sodom. Ije Lut kundul ras ngalo-ngalo malaikat e. Ngerana ia gelah adi banci duana erberngi i rumah Lut. Ope duana malaikat e medem, reh dilaki nguda ras metua atena erbahan sijahat. Lut enjaga temue na gelah selamat bahkan ia mereken anak-anakna jadi gancih temuena. Tapi pentang ban Dibata mata dilaki si idarat emaka la nai itehna ija pintun. Pepagina malaikat nuruh Lut ras keluarga lawes ibas Sodom nari ku kuta kitik gelarna Soar. Ibas ia erdalan guna nelamatkan diri ula nulih kupudi ras ula ngadi i berneh. Tapi ndehara Lut nehenna kupudi maka ia jadi binangun sira.

Bage me arah cerita i datas, maka Dibata make keluarga Nuh ras Lut jadi aron-Na si muat bagin ibas misi keselamatrn arah Dibata nari. Keselamaten reh erkiteken perkuah ate Dibata man kalak si patuh ras erkemalangen man baNA. Masmur pe nuriken maka kalak si erkemalangen man Dibata singikutken perentahNA ndatken:
1. Kesangapen
2. Ipanna ulih latih
3. Mehuli sekerajangenna
4. Ndeharana bali ras buah anggur (buah si ermanfaat, kaya vitamin dan
mineral baik untuk kesehaten, kecantiken kulit wajah dan banyak lagi fungsi anggur) si meramis buahna i bas rumahna
5. Anak-anakna bali ras tunas batang saitun (batang saitun bisa mencapai
ribuan tahun, bijinya bisa menghasilkan minyak sebagai bahan kosmetik, kesehatan, dsb) jadi bage me anak-anak si erkemalangen man Dibata iandaiken alu tunas saitun si ermanfaat ras erumur nggedang.
6. Cawir metua, sempat i idahndu kempu-kempundu (salah satu kebahagiaan orang suku Karo adalah dapat melihat cucu-cucunya).

Aplikasi
Bage pe ibas kegeluhennta, kita pe ipake Dibata jadi aronNa ibas jabu ras sangkep nggeluh (sembuyak, kalimbubu, anak beru). Ngasup min kita encidahken kinitekenta man Dibata, teridah arah pengerana ras perbahanennta sitep-tep wari. Erkemalangen man Dibata ras ngikutken perentahNa. Keleng ateta jabunta bagepe sangkep geluhta, terus kukerina jelma. Pasu-pasu ibas Dibata pe iberekenNa. Emaka kiniteken ras perbahanenta harus sue ras peraten Tuhan. Uga si eteh kai peraten Tuhan? Terus ngelakoken Firman Tuhan, bergaul dengan Tuhan Yesus. Erkemalangen man Dibata. Emaka si dat kesangapen, si pan ulih latih, si mehuli isikapken Dibata man kita, rsd. Mari kita jadi aron Dibata itengah-tengah geluhta. Ula kita mbiar jadi aron Dibata, Kesah Si Badia siempegegehi ras empengasup kita ibas ndalanken singena ate Dibata. Amin

Pdt. Rosliana Br Sinulingga, M.Si
GBKP Runggun Semarang
 

Pekan Penatalayanan Wari II, Lukas 19:1-10

Renungan

Invocatio : “Bena-bena kepentaren e me erkemalangen man TUHAN . Man kalak si erkemalangen man baNa iberekenNa kap pemeteh si mehuli. Terpujilah Dibata seh rasa lalap” (Masmur 111:10).
Ogen : Johanes 3 : 1-10
Tema : “Aron Dibata si nggit ras tutus erlajar mandiri”
 
 
1. I kuta Jerikho (i tepi Barat Jordan), tading me sekalak sitergelar Sakeus. Itandai kalak sienterem ia sebage kepala pemungut cuke sibayak. Banci jadi (dugaan) Jerikho paksa sie sada kuta simakmur. Erkiteken sie, pemerentah Romawi sihadir i palestina, ngangkat pemungut cuke-pemungut cuke, sikepalana emekap Sakeus.

2. Merincuh kal Sakeus ngidah rupa ntah pe ayo Jesus simegati mentas i kuta Jerikho adi atena ku Galilea-Jerusalem. Paksa sie, ibegisa, Jesus mentas arah kuta Jerikho. Merincuh tuhu Sakeus ngidah Jesus e. Ietehna, nterem kalak la simpati man bana, gendek ka kulana janah kalak sinterem (kaum rohaniawan) ngatakenca ia kalak perdosa. Banci ka ia ituduh sienterem sebage ‘antek-antek” penjajah Romawi. Megati ia ikataken sebage pemeras, pengintimidasi.

3. Penilaian kalak sienterem nandangi dirina labo erbahanca bene kerincuhenna ngidah ntah pe jumpa ras Jesus. Kesempaten si lit e la isia-siakenna. Inangkihna batang kayu (menurut keyakinenna) arah e me mentas Jesus. La ia mela, inangkihna batang kayu, padahal ia kalak bayak, pejabat.

4. Hambaten guna jumpa ras Jesus e iatasina sendiri. Ejeken kalak sienterem la ngkurangi ketutusenna ngidah, jumpa ras Jesus. Kerincuhenna e terjawab paksa Jesus mentas, itatap Jesus kudatas janah nina man Sakeus: “O Sakeus pedasken nusurken. Sebab sendah kesilang ateKu i rumahndu (ay.5).

5. Sangat luar biasa. Ilebuh Jesus Sakeus. Alu mbelasken gelarna. Padahal i bas kegeluhen sikongkrit, nterem kalak si ernembeh ate man Sakeus. Tapi Sakeus alu dem keriahen ialo-alona Jesus. Sikap Jesus enda, ikritik kalak sienterem (kaum fundamentalis Jahudi, para politisi, para rohaniawan). Engkai makana Jesus sekalak Nabi, nggit kesilang i rumah Sakeus, kalak perdosa (kalak kafir) e?

6. Tapi simehuli dingen “indah”, ibas perjumpaan Jesus ras Sakeus e, terjadi perubahen simendasar i bas diri Sakeus. Perubahen i bas dirinta terjadi paksa dirinta isentuh (isapa) Jesus kegeluhenta. Amin pe kalak sienterem jungut-jungut, Sakeus sienggo jumpa ras Jesus nuriken kerna kini nggitenna ncidahken perukuren ras pusuh peraten sienggo ipelimbarui. Ertina ijenda teridah Sakeus membuka diri jadi aron Dibata singgit muat bagin janah erlajar ia ncidahken keleng ate bagi sienggo icidahken Jesus.

7. Respon Sakeus kenca jumpa ras Jesus sibanci jadi perukurenta. Ije me teridah Sakeus erupaya mandiri, makeken kai si lit i bas ia guna ncidahken kekelengenna man kalak sienterem, setengah i bas ertangku kubereken man kalak musil; adi lit kalak sienggo kutipu kuulihken empat kali lipat. Ma teridah ije Sakeus enggo erteologi secara mandiri. Perbahanenna e ncidahken kerna hakekat Dibata e sendiri emekap ngkelengi.

8. Perjumpaanna ras Jesus membawa hal simbaru ibas diri Sakeus. Sedekah enda, alu erbage macam cara, ipepulungna materi janah prinsipna uga carana gelah mbue sen e kugajutna. Tapi kenca jumpa ras Jesus, materi ntah pe duit e mengalir ndarat arah pundi-pundina nari guna sesama manusia janah demi tanggungjawab nandangi kalak sienggo pernah irugikenna. Orang bijak mengatakan: Uang itu laksana air laut, makin diminum makin haus.

9. Sakeus sienggo ngaloken Lau Kegeluhen, ibas dirina nari ndarat mbue pasu-pasu. Terjemba ia makeken kinitekennna e jadi kesaksinna kerna keleng ate Tuhan sienggo ialokenna guna ipeseh man kerina kalak.

10. Aron Dibata singgit tutus ras erlajar mandiri. Arah kesaksin Sakeus sendah icidahken man banta, ija Sakeus sendiri enggo ncidahken kerna tema harian bagepe tema umumna. Sakeus alu tutus, ia ngatakenca muat bagin ibas ndahiken dahin Dibata emekap engkelengi. Erlajar sendiri ia ncidahken kegeluhen erteologina, alu menyadari dirina sendiri, ise kin ia ilebe-lebe Jesus e. Mandiri ia ibas ngelakoken kekelengen. La nimai surat ibas moderamen nari ntah klasis nari ntah runggun nari maka ngkelengi kalak simberat baban geluhna erkiteken bencana alam misalna. Banci kin kesaksin Sakeus enda sijadiken inspirasi man banta geluh erteologi secara mandiri?

Pdt. Ephenetus Tarigan, M.Th
GBKP Runggun Bandung Timur

Lebih lanjut: Pekan Penatalayanan Wari II, Lukas 19:1-10

 

BP-KLASIS-XXX

"SELAMAT DATANG mengunjungi Web GBKP KLASIS JAKARTA-BANDUNG"

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15

Pengunjung Online

We have 32 guests online